RAHIM CAHAYA

Dalam setiap kisah keberimanan, selalu ada perempuan. Kadang ia muncul sebagai rahim yang melahirkan perjanjian baru; kadang sebagai saksi dari kehancuran sebuah peradaban. Namun di antara dua ujung itu , lahir dan musnah, perempuan selalu memegang api: api kehidupan, api keyakinan, dan api perlawanan. 

Kita mengenalnya dengan banyak nama: Hawa, Maryam, Asiyah, Khadijah, Balqis. Mereka bukan sekadar tokoh pelengkap dalam sejarah para nabi, melainkan bagian dari naskah besar Sang Kausa Prima, tempat di mana kasih dan kekuasaan Tuhan berpadu dalam wujud manusia. Dalam diri mereka, kita melihat bukan hanya kelembutan, tetapi juga keberanian menentang dunia. 

Seri ini adalah perjalanan menelusuri figur-figur perempuan yang menyalakan bara dalam sejarah iman. Mereka yang berdiri di sisi kebenaran, dan mereka yang memilih melawan kebenaran, keduanya sama penting, karena dari keduanya manusia belajar mengenal wajah Allah yang lengkap: Rabb yang memberi dan Rabb yang menegur. Hawa jatuh agar manusia mengenal tobat. Maryam tunduk agar dunia mengenal kesucian. Asiyah menolak kekuasaan agar lahir makna kemerdekaan. Balqis menunduk agar takhta kembali pada Sang Cahaya. Dan bahkan istri Nuh yang menolak, tetap menjadi tanda bahwa iman bukan diwariskan, melainkan diperjuangkan. Dalam setiap zaman, selalu ada perempuan yang memelihara nyala, di tengah tirani, di tengah keraguan, di tengah luka.

Mereka menyalakan iman bukan di altar, melainkan di dapur, di rahim, di istana, di padang tandus, dan di ruang-ruang sunyi tempat dunia tak menoleh. Dari sanalah Tuhan bekerja, dari sanalah sejarah disucikan. Maka seri ini kami persembahkan bukan sekadar sebagai bacaan, tetapi sebagai doa panjang untuk perempuan-perempuan yang melawan penindasan. Bukan hanya penindasan oleh laki-laki, tapi juga oleh dogma, oleh sistem, dan oleh rasa tidak berdaya yang diwariskan. 

Mereka bukan hanya figur masa lalu, mereka adalah arca hidup yang menegur cara kita beriman hari ini. Karena setiap kali perempuan berbicara dengan suara nurani, api itu kembali menyala.

 

Penulis: Abqurah 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *