Keberanian Berpikir di Tengah Tradisi, itulah Ribka

Nama Ribka (Rebekah) muncul pertama kali dalam Kejadian 24, saat Abraham mengutus hambanya mencari istri bagi Ishak. Di antara banyak perempuan di tanah Haran, Ribka tampil bukan karena kecantikannya, melainkan karena ketepatan berpikir dan kecepatan bertindak. Ketika pelayan itu meminta air, Ribka tidak sekadar menuruti permintaan, Ribka langsung menawarkan untuk menimba air bagi unta-untanya juga, sebuah tindakan yang menunjukkan kemampuan membaca kebutuhan situasi (Kejadian 24:18–20).

   Dalam tafsir klasik Ibrani (Midrash Rabbah), tindakan Ribka sering ditafsirkan sebagai tanda kecerdikan praktis, bukan hanya keramahan. Ribka tahu bagaimana menyambut tamu asing dengan cara yang terhormat, namun tetap berhitung dalam setiap langkahnya. Dari momen pertama, dia digambarkan bukan sebagai sosok penurut, melainkan pemikir yang cepat menimbang dan mengeksekusi. Ribka tidak menunggu mukjizat datang, dia memahami bahwa kadang kehendak ilahi bekerja melalui keputusan manusia yang berani berpikir dan bertindak. Dalam literatur tafsir Yahudi dan Nasrani , tindakan Ribka sering disebut juga sebagai divine pragmatism yaitu akal yang digunakan untuk menggenapi janji Tuhan. Dalam tradisi tafsir modern, seperti yang dijelaskan oleh Oleg Tsymbalyuk (HTS Teologiese Studies, 2020), Ribka dipahami sebagai “agen aktif yang menyeimbangkan antara kehendak Tuhan dan realitas sosial.” Artinya, dia tidak hanya menerima nasib, tetapi juga berperan dalam mewujudkan jalan yang benar dan mulia.

   Dalam dunia modern, kisah Ribka relevan bagi siapa pun, laki-laki atau perempuan yang berani berpikir mandiri ketika tradisi menuntut kepatuhan buta. Ribka mengingatkan bahwa keyakinan tanpa kesadaran bisa membutakan, tetapi akal tanpa keberanian juga akan menumpulkan makna. Ribka mengajarkan bahwa menjadi beriman berarti juga berani menggunakan nalar, karena berpikir dengan benar adalah bagian dari cara manusia menghormati Sang Pencipt

 

Referensi:

Kitab Kejadian 24–27.

Tsymbalyuk, O.M. (2020). Rediscovering the Ancient Hermeneutic of Rebekah’s Character. HTS Teologiese Studiesa.

 

Penulis: Reine 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *