{"id":2062,"date":"2025-10-21T20:02:48","date_gmt":"2025-10-21T20:02:48","guid":{"rendered":"https:\/\/teodisi.space\/?p=2062"},"modified":"2025-10-21T20:07:59","modified_gmt":"2025-10-21T20:07:59","slug":"low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/","title":{"rendered":"Low self esteem : Bahaya Tersembunyi dari Low Self-Esteem dalam Kehidupan Sehari-Hari"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"2062\" class=\"elementor elementor-2062\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-105502f e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"105502f\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-41a864b elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"41a864b\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<style>\/*! elementor - v3.23.0 - 05-08-2024 *\/\n.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-stacked .elementor-drop-cap{background-color:#69727d;color:#fff}.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-framed .elementor-drop-cap{color:#69727d;border:3px solid;background-color:transparent}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap{margin-top:8px}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap-letter{width:1em;height:1em}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap{float:left;text-align:center;line-height:1;font-size:50px}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap-letter{display:inline-block}<\/style>\t\t\t\t<p>Pernahkah kita merasa minder hanya karena melihat pencapaian orang lain di media sosial? Ada yang tampak lebih sukses, lebih menarik, atau seolah hidupnya sempurna. Perlahan, kita mulai membandingkan diri sendiri dan tanpa sadar muncul bisikan halus,\u201cAku tidak cukup baik.\u201d<\/p><p>Inilah yang disebut\u00a0low self-esteem, perasaan kehilangan keyakinan terhadap diri sendiri. Di era media sosial yang penuh perbandingan seperti sekarang, kondisi ini semakin mudah muncul. Media yang seharusnya menjadi sarana berbagi kebahagiaan justru sering berubah menjadi sumber rasa kurang dan ketidakpuasan diri.<\/p><p>\u00a0 \u00a0Namun,\u00a0low self-esteem\u00a0bukan sekadar perasaan sepele. Jika dibiarkan, ia dapat memengaruhi cara kita mengambil keputusan, menjalin hubungan, bahkan menilai makna hidup kita sendiri. Karena itu, penting bagi kita untuk memahami apa itu\u00a0low self-esteem, apa bahayanya, dan bagaimana menemukan jalan keluarnya.<\/p><p>\u00a0 \u00a0Istilah\u00a0self-esteem\u00a0berasal dari bahasa Inggris:\u00a0self\u00a0berarti \u201cdiri\u201d dan\u00a0esteem\u00a0berarti \u201cpenghargaan\u201d atau \u201cpenilaian\u201d. Dalam psikologi,\u00a0self-esteem\u00a0diartikan sebagai sejauh mana seseorang menilai dirinya secara positif atau negatif, baik dari segi kemampuan, nilai, maupun keberhargaan dirinya. Dengan kata lain,\u00a0self-esteem\u00a0mencerminkan bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri: apakah ia merasa layak, berharga, dan mampu, atau justru sebaliknya.<\/p><p>\u00a0 \u00a0Seseorang yang mengalami\u00a0low self-esteem\u00a0cenderung menilai dirinya rendah, merasa tidak penting, dan menganggap dirinya tidak mampu dibandingkan orang lain. Kondisi ini bukan hanya sekadar rasa minder sesaat, tetapi merupakan pola pikir yang berulang. Pola ini sering terbentuk dari pengalaman masa kecil, pola asuh yang tidak suportif, tekanan sosial, hingga tuntutan lingkungan sekitar. Di era media sosial, perbandingan menjadi semakin mudah. Melihat keberhasilan orang lain yang ditampilkan dengan sempurna dapat memperburuk rasa rendah diri seseorang dan membuatnya merasa hidupnya tidak seberharga orang lain.<\/p><p>\u00a0 \u00a0Ciri-ciri\u00a0low self-esteem\u00a0dapat terlihat dalam perilaku sehari-hari. Orang dengan kepercayaan diri rendah sering:<\/p><p>\u2022 Meragukan kemampuannya sendiri,<\/p><p>\u2022 Merasa tidak pantas menerima pujian,<\/p><p>\u2022 Sulit mengambil keputusan karena takut salah,<\/p><p>\u2022 Menghindari tantangan atau menarik diri dari lingkungan sosial,<\/p><p>\u2022 Sering membandingkan diri dengan orang lain.<\/p><p>\u00a0 \u00a0Selain itu, mereka mudah merasa cemas ketika harus tampil di depan umum, terlalu sensitif terhadap kritik, serta kerap merasa bersalah meskipun bukan sepenuhnya kesalahannya.<\/p><p>Dialog batin negatif seperti \u201cSaya tidak bisa\u201d atau \u201cSaya tidak layak\u201d terus berulang dalam pikiran, hingga akhirnya menurunkan motivasi dan semangat hidup. Dalam jangka panjang, pola ini bisa menyebabkan seseorang kehilangan arah, sulit berkembang, bahkan jatuh ke dalam keputusasaan.<\/p><p>\u00a0 \u00a0Secara psikologis,\u00a0low self-esteem\u00a0membuat seseorang rentan terhadap stres, kecemasan, dan depresi karena terus merasa tidak cukup baik. Dalam hubungan sosial, ia mungkin menjadi tertutup, sulit menyampaikan pendapat, dan mudah dimanfaatkan karena tidak berani menolak. Di dunia pendidikan maupun karier, rasa minder menghambat keberanian untuk mengambil keputusan dan menghadapi tantangan, serta dapat menjerumuskan seseorang ke dalam perfeksionisme yang justru menghambat produktivitas.<\/p><p>\u00a0 \u00a0Lalu, bagaimana jika kita sudah terlanjur memiliki\u00a0low self-esteem? Apakah kita harus menerima keadaan begitu saja?\u00a0<\/p><p>\u00a0 \u00a0Sebagai umat beriman, kita memiliki pedoman hidup yang tak pernah salah arah:\u00a0Al-Qur\u2019an, yang diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk bagi manusia agar mampu memahami nilai dirinya secara utuh dan objektif.<\/p><p>\u00a0 \u00a0Pertama, kita perlu menyadari bahwa setiap manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, sebagaimana disebutkan dalam\u00a0<strong>QS. At-Tin [95]: 4:<\/strong><\/p><p>\u201cSesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.\u201d<\/p><p>\u00a0 \u00a0Ayat ini memberikan pesan penting bahwa setiap manusia memiliki keistimewaan yang tidak boleh diremehkan.\u00a0Low self-esteem\u00a0muncul ketika seseorang lupa akan hal ini dan merasa tidak berharga karena membandingkan dirinya dengan orang lain. Padahal, Allah telah menetapkan kesempurnaan manusia sejak awal penciptaannya. Menyadari hal ini menumbuhkan rasa syukur dan kepercayaan diri. Kita belajar menerima diri apa adanya, bukan karena merasa sempurna, tetapi karena memahami bahwa Allah menciptakan kita dengan tujuan dan nilai yang luhur.<\/p><p>Selanjutnya, dalam\u00a0<strong>QS. Al-Hujurat [49]: 11<\/strong>, Allah berfirman:<\/p><p>\u201cDan janganlah kalian mencela dirimu sendiri dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.\u201d<\/p><p>\u00a0 \u00a0Ayat ini menegaskan bahwa mencela diri sendiri sama buruknya dengan merendahkan orang lain. Ketika seseorang terus mengulang kata-kata negatif tentang dirinya, ia seakan memperkecil anugerah Allah yang telah diberikan. Allah memerintahkan manusia untuk menjaga lisan dari ucapan yang merusak baik terhadap orang lain maupun terhadap diri sendiri. Pesan ini sejalan dengan upaya mencegah\u00a0low self-esteem, yaitu dengan menjaga pikiran dan ucapan agar tidak menjadi racun bagi kepercayaan diri kita sendiri.<\/p><p>Selain itu, Allah mengingatkan bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri. Dalam\u00a0<strong>QS. Adh-Dhuha [93]: 3<\/strong>\u00a0disebutkan:<\/p><p>\u201cTuhanmu tidak meninggalkan engkau dan tidak (pula) membencimu.\u201d<\/p><p>\u00a0 \u00a0Ayat ini memberi ketenangan bagi siapa pun yang merasa lemah atau tidak berharga. Allah selalu dekat dan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Ketika seseorang merasa terpuruk karena rendah diri, ayat ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang Allah selalu menyertai, bahkan di masa-masa sulit.<\/p><p>Terakhir, Allah menegaskan dalam\u00a0<strong>QS. Al-Insyirah [94]: 5:<\/strong><\/p><p>\u201cKarena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.\u201d<\/p><p>\u00a0 \u00a0Ayat ini menghadirkan cahaya harapan bagi mereka yang tengah berjuang melawan rasa tidak percaya diri. Rasa minder sering membuat seseorang lupa bahwa setiap kesulitan selalu diiringi kemudahan. Masalah bukanlah akhir, melainkan jalan untuk menemukan potensi tersembunyi yang diberikan Allah. Dengan menghayati pesan ini, kita belajar bahwa setiap ujian bukan tanda kelemahan, tetapi peluang untuk tumbuh dan memperkuat diri.<\/p><p>\u00a0 \u00a0Low self-esteem\u00a0membuat seseorang kehilangan keyakinan terhadap potensi dirinya. Ia sering merasa rendah, takut salah, dan mudah menyerah. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menghambat hubungan sosial, pendidikan, hingga aspek lainnya. Namun, Al-Qur\u2019an mengingatkan bahwa setiap manusia telah diciptakan dalam bentuk terbaik, tidak boleh mencela dirinya sendiri, dan selalu memiliki harapan di balik setiap kesulitan.<\/p><p>\u00a0 \u00a0Dengan menanamkan mindset ini, kita bisa belajar menyayangi diri secara sehat, bukan dengan kesombongan, melainkan dengan rasa syukur dan penghargaan terhadap anugerah Allah. Sebab, percaya diri sejati lahir bukan dari pembandingan dengan orang lain, melainkan dari kesadaran bahwa kita adalah manusia yang memiliki tujuan <span style=\"text-decoration: underline;\">hidup<\/span> di hadapan Sang Pencipta.<\/p><p>\u00a0<\/p><p>PENULIS: Ahmad Azaria Adhitama<\/p><p>\u00a0<\/p>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah kita merasa minder hanya karena melihat pencapaian orang lain di media sosial? Ada yang tampak lebih sukses, lebih menarik, atau seolah hidupnya sempurna. Perlahan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2064,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2062","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-terkini-2"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Low self esteem : Bahaya Tersembunyi dari Low Self-Esteem dalam Kehidupan Sehari-Hari -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Low self esteem : Bahaya Tersembunyi dari Low Self-Esteem dalam Kehidupan Sehari-Hari -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pernahkah kita merasa minder hanya karena melihat pencapaian orang lain di media sosial? Ada yang tampak lebih sukses, lebih menarik, atau seolah hidupnya sempurna. Perlahan, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-21T20:02:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-21T20:07:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_20251022_040725_420.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"721\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Teodisi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Teodisi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/\"},\"author\":{\"name\":\"Teodisi\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\"},\"headline\":\"Low self esteem : Bahaya Tersembunyi dari Low Self-Esteem dalam Kehidupan Sehari-Hari\",\"datePublished\":\"2025-10-21T20:02:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-21T20:07:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/\"},\"wordCount\":921,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_20251022_040725_420.jpg\",\"articleSection\":[\"Terkini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/\",\"name\":\"Low self esteem : Bahaya Tersembunyi dari Low Self-Esteem dalam Kehidupan Sehari-Hari -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_20251022_040725_420.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-21T20:02:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-21T20:07:59+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_20251022_040725_420.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_20251022_040725_420.jpg\",\"width\":1280,\"height\":721},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/teodisi.space\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Low self esteem : Bahaya Tersembunyi dari Low Self-Esteem dalam Kehidupan Sehari-Hari\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"name\":\"Teodisi\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\",\"name\":\"Teodisi.space\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"width\":1080,\"height\":1080,\"caption\":\"Teodisi.space\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\",\"name\":\"Teodisi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Teodisi\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/teodisi.space\"],\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Low self esteem : Bahaya Tersembunyi dari Low Self-Esteem dalam Kehidupan Sehari-Hari -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Low self esteem : Bahaya Tersembunyi dari Low Self-Esteem dalam Kehidupan Sehari-Hari -","og_description":"Pernahkah kita merasa minder hanya karena melihat pencapaian orang lain di media sosial? Ada yang tampak lebih sukses, lebih menarik, atau seolah hidupnya sempurna. Perlahan, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/","article_published_time":"2025-10-21T20:02:48+00:00","article_modified_time":"2025-10-21T20:07:59+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":721,"url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_20251022_040725_420.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Teodisi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Teodisi","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/"},"author":{"name":"Teodisi","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f"},"headline":"Low self esteem : Bahaya Tersembunyi dari Low Self-Esteem dalam Kehidupan Sehari-Hari","datePublished":"2025-10-21T20:02:48+00:00","dateModified":"2025-10-21T20:07:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/"},"wordCount":921,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_20251022_040725_420.jpg","articleSection":["Terkini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/","name":"Low self esteem : Bahaya Tersembunyi dari Low Self-Esteem dalam Kehidupan Sehari-Hari -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_20251022_040725_420.jpg","datePublished":"2025-10-21T20:02:48+00:00","dateModified":"2025-10-21T20:07:59+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#primaryimage","url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_20251022_040725_420.jpg","contentUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_20251022_040725_420.jpg","width":1280,"height":721},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/10\/21\/low-self-esteem-bahaya-tersembunyi-dari-low-self-esteem-dalam-kehidupan-sehari-hari\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/teodisi.space\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Low self esteem : Bahaya Tersembunyi dari Low Self-Esteem dalam Kehidupan Sehari-Hari"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website","url":"https:\/\/teodisi.space\/","name":"Teodisi","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization","name":"Teodisi.space","url":"https:\/\/teodisi.space\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","contentUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","width":1080,"height":1080,"caption":"Teodisi.space"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f","name":"Teodisi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Teodisi"},"sameAs":["https:\/\/teodisi.space"],"url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2062","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2062"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2062\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2067,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2062\/revisions\/2067"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2064"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2062"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2062"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2062"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}