{"id":2217,"date":"2025-12-16T19:11:51","date_gmt":"2025-12-16T19:11:51","guid":{"rendered":"https:\/\/teodisi.space\/?p=2217"},"modified":"2025-12-16T19:16:14","modified_gmt":"2025-12-16T19:16:14","slug":"apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/","title":{"rendered":"Apakah Ini Kejahatan Paling Nyaman di Dunia?"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"2217\" class=\"elementor elementor-2217\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-8b93ba3 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"8b93ba3\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a5c0a7d elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"a5c0a7d\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<style>\/*! elementor - v3.23.0 - 05-08-2024 *\/\n.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-stacked .elementor-drop-cap{background-color:#69727d;color:#fff}.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-framed .elementor-drop-cap{color:#69727d;border:3px solid;background-color:transparent}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap{margin-top:8px}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap-letter{width:1em;height:1em}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap{float:left;text-align:center;line-height:1;font-size:50px}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap-letter{display:inline-block}<\/style>\t\t\t\t<p>Terkadang, pelanggaran moral tidak tumbuh karena banyaknya orang yang berniat berbuat salah, tetapi karena begitu banyak individu memilih diam saat pelanggaran itu terjadi. Kepasifan ini perlahan menciptakan ruang di mana kesalahan tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan menjadi sesuatu yang biasa dan dapat diterima. Ketika orang berhenti menegur, berhenti mengingatkan, dan berhenti menunjukkan batas antara benar dan salah, maka penyimpangan itu perlahan berubah menjadi kebiasaan sosial. Pada akhirnya, masyarakat mulai menganggap pelanggaran tersebut sebagai hal wajar, sebuah proses yang dikenal sebagai\u00a0normalisasi pelanggaran. Pada titik ini, tampaklah buah dari\u00a0the sins of silence: kejahatan yang tumbuh karena kebenaran dibiarkan sunyi.<\/p><p>\u00a0 \u00a0 Istilah\u00a0the sins of silence\u00a0merujuk pada kesalahan moral ketika seseorang tidak melakukan kejahatan secara langsung, tetapi ia memilih diam pada saat seharusnya ia berbicara demi kebenaran. Diam dalam konteks ini bukanlah sikap netral, melainkan bentuk pembiaran terhadap pelanggaran, kejahatan, ketidakadilan, atau penyimpangan. Akibatnya, pelaku maupun korban dapat menganggap perbuatan tersebut sebagai hal yang normal. Ketika seseorang mengetahui kebenaran namun tetap tidak melakukan apa-apa, maka diam tersebut berubah menjadi partisipasi pasif. Dengan demikian,\u00a0the sins of silence\u00a0menegaskan bahwa diam pun bisa menjadikan seseorang sebagai pelanggar moral.<\/p><p>\u00a0 \u00a0 Diam yang terlalu panjang dapat menyebabkan reduksi empati pada diri seseorang. Apa yang dulu terasa salah kini tidak lagi mengusik nurani. Masyarakat kehilangan sensitivitas moralnya sedikit demi sedikit, seperti seseorang yang terlalu lama berada dalam gelap hingga lupa bagaimana rasanya cahaya.\u00a0The sins of silence\u00a0membuat manusia tidak lagi peka terhadap penderitaan, ketidakadilan, maupun penyimpangan. Lama-kelamaan bukan hanya perilaku salah yang diterima, tetapi sikap masa bodoh pun menjadi budaya. Ketika perasaan tidak lagi tersentuh oleh kesalahan, di situlah kemunduran peradaban bermula.<\/p><p>\u00a0 \u00a0 Setiap kali kejahatan tidak dilawan, pelakunya merasa lebih berani. Diamnya masyarakat menjadi validasi sosial bahwa tindakannya aman dan tidak berisiko. Bahaya laten dari\u00a0the sins of silence\u00a0bukan hanya karena ia membiarkan keburukan terus ada, tetapi karena ia memperkuat sumber keburukan itu sendiri. Ketika tidak ada risiko sosial, moral, maupun hukum, pelaku akan memperluas batas kejahatannya. Pada akhirnya, korban semakin banyak, sementara masyarakat semakin tidak berdaya menghadapi kekuasaan yang tumbuh dari keheningan kolektif.<\/p><p>\u00a0 \u00a0 Jika melihat kondisi ini, jelas bahwa\u00a0the sins of silence\u00a0tidak bisa dianggap remeh. Diam saja ternyata dapat menciptakan efek domino yang besar. Lalu bagaimana pandangan Al-Qur&#8217;an terkait fenomena ini?<\/p><p>\u00a0 \u00a0 Pertama, kita perlu memahami alasan mengapa seseorang dapat terjebak dalam sikap diam. Faktor penyebabnya beragam, tetapi yang paling mendasar adalah hawa nafsu yang membuat seseorang memilih keamanan dan kenyamanan pribadi. Pola hidup yang tunduk pada hawa nafsu tidak pernah diridai Allah, sebagaimana tertulis dalam <strong>QS. 30:29<\/strong><\/p><p>&#8220;Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti keinginannya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.&#8221;<\/p><p>\u00a0 \u00a0 Selain itu, Al-Qur&#8217;an memerintahkan manusia untuk menyeru kepada jalan yang benar, bukan memilih diam ketika melihat sesuatu yang salah. Hal ini ditegaskan dalam <strong>QS. 16:125:<\/strong><\/p><p>&#8220;Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik.&#8221;<\/p><p>\u00a0 \u00a0 Ayat ini mengingatkan bahwa diam bukanlah pilihan ketika melihat pelanggaran. Bahkan, Al-Qur&#8217;an secara khusus menegaskan bahwa orang yang menyembunyikan petunjuk kebenaran akan mendapatkan laknat, sebagaimana dalam <strong>QS. 2:159:<\/strong><\/p><p>&#8220;Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al-Qur&#8217;an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat.&#8221;<\/p><p>\u00a0 \u00a0 Dari ayat-ayat ini menjadi jelas bahwa <strong>diam bukan jawaban atas pelanggaran yang ada di muka bumi.<\/strong> Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa kita harus proaktif menyampaikan kebenaran, bukan pasif dan berpura-pura tidak melihat. Sebab, diam yang salah bukan hanya membiarkan kejahatan, tetapi turut menumbuhkannya.<\/p><p>\u00a0<\/p><p>Penulis: AAA<\/p>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terkadang, pelanggaran moral tidak tumbuh karena banyaknya orang yang berniat berbuat salah, tetapi karena begitu banyak individu memilih diam saat pelanggaran itu terjadi. Kepasifan ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2220,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2217","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-terkini-2"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apakah Ini Kejahatan Paling Nyaman di Dunia? -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apakah Ini Kejahatan Paling Nyaman di Dunia? -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Terkadang, pelanggaran moral tidak tumbuh karena banyaknya orang yang berniat berbuat salah, tetapi karena begitu banyak individu memilih diam saat pelanggaran itu terjadi. Kepasifan ini [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-16T19:11:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-16T19:16:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251217_031341_012.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Teodisi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Teodisi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Teodisi\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\"},\"headline\":\"Apakah Ini Kejahatan Paling Nyaman di Dunia?\",\"datePublished\":\"2025-12-16T19:11:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-16T19:16:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/\"},\"wordCount\":597,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251217_031341_012.jpg\",\"articleSection\":[\"Terkini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/\",\"name\":\"Apakah Ini Kejahatan Paling Nyaman di Dunia? -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251217_031341_012.jpg\",\"datePublished\":\"2025-12-16T19:11:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-16T19:16:14+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251217_031341_012.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251217_031341_012.jpg\",\"width\":1366,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/teodisi.space\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apakah Ini Kejahatan Paling Nyaman di Dunia?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"name\":\"Teodisi\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\",\"name\":\"Teodisi.space\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"width\":1080,\"height\":1080,\"caption\":\"Teodisi.space\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\",\"name\":\"Teodisi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Teodisi\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/teodisi.space\"],\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah Ini Kejahatan Paling Nyaman di Dunia? -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apakah Ini Kejahatan Paling Nyaman di Dunia? -","og_description":"Terkadang, pelanggaran moral tidak tumbuh karena banyaknya orang yang berniat berbuat salah, tetapi karena begitu banyak individu memilih diam saat pelanggaran itu terjadi. Kepasifan ini [&hellip;]","og_url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/","article_published_time":"2025-12-16T19:11:51+00:00","article_modified_time":"2025-12-16T19:16:14+00:00","og_image":[{"width":1366,"height":768,"url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251217_031341_012.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Teodisi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Teodisi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/"},"author":{"name":"Teodisi","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f"},"headline":"Apakah Ini Kejahatan Paling Nyaman di Dunia?","datePublished":"2025-12-16T19:11:51+00:00","dateModified":"2025-12-16T19:16:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/"},"wordCount":597,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251217_031341_012.jpg","articleSection":["Terkini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/","name":"Apakah Ini Kejahatan Paling Nyaman di Dunia? -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251217_031341_012.jpg","datePublished":"2025-12-16T19:11:51+00:00","dateModified":"2025-12-16T19:16:14+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#primaryimage","url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251217_031341_012.jpg","contentUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251217_031341_012.jpg","width":1366,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2025\/12\/16\/apakah-ini-kejahatan-paling-nyaman-di-dunia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/teodisi.space\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apakah Ini Kejahatan Paling Nyaman di Dunia?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website","url":"https:\/\/teodisi.space\/","name":"Teodisi","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization","name":"Teodisi.space","url":"https:\/\/teodisi.space\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","contentUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","width":1080,"height":1080,"caption":"Teodisi.space"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f","name":"Teodisi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Teodisi"},"sameAs":["https:\/\/teodisi.space"],"url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2217","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2217"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2217\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2223,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2217\/revisions\/2223"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2220"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2217"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2217"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2217"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}