{"id":489,"date":"2023-06-26T09:27:00","date_gmt":"2023-06-26T09:27:00","guid":{"rendered":""},"modified":"2024-03-29T20:26:11","modified_gmt":"2024-03-29T20:26:11","slug":"al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/","title":{"rendered":"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi?"},"content":{"rendered":"<h3 style=\"text-align: center;\"><b>Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi?<\/b><\/h3>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/teodisi.com\/\">Teodisi.com<\/a> : Manusia adalah ciptaan mutakhir yang memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa dibandingkan dengan makhluk lainnya. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu mengolah semua materi yang tersedia di bumi ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, manusia membutuhkan sebuah panduan, pedoman, atau <i><b>\u2018manual book\u2019<\/b><\/i> agar aktivitasnya tidak merugikan manusia lainnya dan juga ekologi alam.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/photo_2023-06-26_05-58-08.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" alt=\"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi?\" border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/photo_2023-06-26_05-58-08-300x300.jpg\" title=\"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi?\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pedoman hidup yang merupakan alat untuk mendeteksi semua permasalahan yang terjadi. Dengan demikian, alat uji kebenaran yang resmi menurut Allah hanya Al-Qur\u2019an. Pedoman itulah yang kemudian membimbing manusia kepada cara beraktivitas yang Allah ridhoi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebagai petunjuk yang selalu setia untuk memberikan solusi yang tepat dan bijaksana. Inilah manfaat yang luar biasa dari Al-Qur\u2019an. Tetapi yang bisa memperoleh manfaatnya hanyalah mereka yang meyakini Al-Qur\u2019an sebagai petunjuk.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/06\/islam-bukan-agama.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Islam Bukan Agama ?<\/a><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Merekalah orang-orang yang meyakini bahwa Allah memberikan petunjukNya melalui Al-Qur\u2019an. Jika ingin memperoleh pertolongan dari Allah maka jadikanlah Al-Qur\u2019an sebagai petunjuk dalam menjalankan kehidupan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jika kita perhatikan dengan seksama, bagaimana dengan kondisi saat ini. Apakah Al-Qur\u2019an sudah dijadikan sebagai petunjuk hidup? Jika belum, maka perhatikanlah bagaimana kehidupan hari ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pertikaian selalu saja muncul ke permukaan tanpa mengenal belas kasihan. Manusia saat ini sangat tega untuk melukai yang lainnya, tidak ada suatu media yang dapat mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik dengan kepala dingin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hari ini manusia sedang bergelut dengan suasana emosional yang tidak terkontrol. Hampir dalam semua aspek, tidak ada situasi yang menunjukkan kasih sayang, kepedulian. Apalagi sikap kemanusiaan sudah sangat sulit ditemukan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/05\/apakah-musyrik-itu.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apakah Musyrik Itu ?<\/a><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya apa tujuan hidup kita? Apa alasan mengapa kita harus hidup? Dari pertanyaan-pertanyaan inilah nantinya kita akan paham, mengapa Al-Qur\u2019an harus dijadikan sebagai petunjuk hidup oleh seluruh manusia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepadaKu. (Adz-Dzariyat Ayat 56)<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Di dalam beberapa terjemahan kata <i><b>liya\u2019budun<\/b><\/i> seringkali diterjemahkan dengan kata \u2018menyembah\u2019. Makna asli dari kata ini adalah \u2019mengabdi\u2019, dan kata ini sudah diadopsi ke dalam perbendaharaan bahasa Indonesia. Sehingga secara kongkrit terjemahan yang tepat adalah mengabdi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Menyembah dan mengabdi adalah dua bentuk kata kerja yang memiliki perbedaan signifikan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kata menyembah hanya mampu mewakili segala bentuk aktivitas pemujaan. Dengan demikian hubungan antara Allah dan manusia tidak lebih dari sekedar hubungan ritual pemujaan saja.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan mengabdi, memiliki lingkup yang begitu luas. Melingkupi seluruh aspek kehidupan manusia sepanjang waktu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/05\/sejak-kapan-anda-beriman.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sejak Kapan Anda Beriman ?<\/a><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jika kata ya\u2019budu diterjemahkan mengabdi, maka tidak ada pemisahan antara ibadah dengan masalah duniawi. Dan inilah yang seharusnya terjadi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh, orang yang bekerja dan melakukan aktivitas yang ditujukan bagi kepentingan negara. Menaati aturan atau hukum negara, dapat dikatakan mengabdi kepada negara.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Seseorang tidak dapat dikatakan sebagai warga negara atau pengabdi negara yang baik, jika dia tidak menaati aturan hukum yang telah ditetapkan dalam negara tersebut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hal yang sifatnya demikian pun terjadi dalam konteks pengabdian manusia kepada Sang Kholiqnya. Dialah Allah yang telah menciptakan semua makhluk, termasuk manusia. Dengan segala macam dan bentuk ketetapannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Manusia dapat dikatakan mengabdi kepada Allah, jika segala aktivitas yang dilakukannya ditujukan hanya untuk Allah. Tidak menyalahi atau keluar dari aturan- hukum yang telah ditetapkanNya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jika manusia sadar mengenai tujuan hidupnya, maka sangat mustahil terjadi ketimpangan dalam segala aspek. Ketika <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Indonesia\">manusia<\/a> hidup dalam situasi yang tidak harmonis, itu berarti manusia tidak memiliki visi yang sama.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hanya Al-Qur\u2019an yang mampu menyatukan manusia dengan visi yang sama. Yakni hidup hanya untuk mengabdi kepada Allah semata.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan menyatunya manusia dalam visi yang sama, maka jelaslah maksud Allah:&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>\u201cTidaklah Kami menurunkan Al-Qur\u2019an kepadamu untuk menyusahkanmu\u201d( Thaha : 2)<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Semuanya menjadi mudah ketika manusia hidup dalam visi yang sama. Dan itu merupakan konsekuensi logis yang pasti terjadi. Amiin<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Penulis: Virghi Valentino<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Editor: Harun Ester<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi? Teodisi.com : Manusia adalah ciptaan mutakhir yang memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa dibandingkan dengan makhluk lainnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":120,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35,36],"tags":[],"class_list":["post-489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-al-quran-dan-penafsiran","category-esai"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi? -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi? -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi? Teodisi.com : Manusia adalah ciptaan mutakhir yang memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa dibandingkan dengan makhluk lainnya. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-26T09:27:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-03-29T20:26:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/photo_2023-06-26_05-58-08.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Teodisi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Teodisi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Teodisi\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\"},\"headline\":\"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi?\",\"datePublished\":\"2023-06-26T09:27:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-29T20:26:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/\"},\"wordCount\":613,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/photo_2023-06-26_05-58-08.jpg\",\"articleSection\":[\"Al-Qur'an dan Penafsiran\",\"Esai\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/\",\"name\":\"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi? -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/photo_2023-06-26_05-58-08.jpg\",\"datePublished\":\"2023-06-26T09:27:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-29T20:26:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/photo_2023-06-26_05-58-08.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/photo_2023-06-26_05-58-08.jpg\",\"width\":1024,\"height\":1024},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/teodisi.space\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"name\":\"Teodisi\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\",\"name\":\"Teodisi.space\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"width\":1080,\"height\":1080,\"caption\":\"Teodisi.space\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\",\"name\":\"Teodisi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Teodisi\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/teodisi.space\"],\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi? -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi? -","og_description":"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi? Teodisi.com : Manusia adalah ciptaan mutakhir yang memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa dibandingkan dengan makhluk lainnya. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/","article_published_time":"2023-06-26T09:27:00+00:00","article_modified_time":"2024-03-29T20:26:11+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":1024,"url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/photo_2023-06-26_05-58-08.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Teodisi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Teodisi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/"},"author":{"name":"Teodisi","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f"},"headline":"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi?","datePublished":"2023-06-26T09:27:00+00:00","dateModified":"2024-03-29T20:26:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/"},"wordCount":613,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/photo_2023-06-26_05-58-08.jpg","articleSection":["Al-Qur'an dan Penafsiran","Esai"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/","name":"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi? -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/photo_2023-06-26_05-58-08.jpg","datePublished":"2023-06-26T09:27:00+00:00","dateModified":"2024-03-29T20:26:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#primaryimage","url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/photo_2023-06-26_05-58-08.jpg","contentUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/photo_2023-06-26_05-58-08.jpg","width":1024,"height":1024},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/06\/26\/al-quran-dan-bagaimana-seharusnya-manusia-menyembah-atau-mengabdi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/teodisi.space\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Al-Qur\u2019an dan Bagaimana Seharusnya Manusia: Menyembah atau Mengabdi?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website","url":"https:\/\/teodisi.space\/","name":"Teodisi","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization","name":"Teodisi.space","url":"https:\/\/teodisi.space\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","contentUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","width":1080,"height":1080,"caption":"Teodisi.space"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f","name":"Teodisi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Teodisi"},"sameAs":["https:\/\/teodisi.space"],"url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=489"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/489\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":598,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/489\/revisions\/598"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}