{"id":504,"date":"2023-04-09T07:38:00","date_gmt":"2023-04-09T07:38:00","guid":{"rendered":""},"modified":"2024-03-30T15:23:17","modified_gmt":"2024-03-30T15:23:17","slug":"al-quran-sebagai-ahsanul-hadis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/","title":{"rendered":"Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/teodisi.com\/\">Teodisi.com<\/a> : Secara harfiah hadis berarti berbicara, perkataan, percakapan atau kejadian yang diceritakan. Dalam terminologi Islam istilah hadis berarti melaporkan, mencatat sebuah pernyataan dan tingkah laku Nabi Muhammad.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hadis berdasarkan Jumlah Periwayat<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Hadis Mutawatir<\/b>, menurut bahasa kata <i>Mutawatir<\/i> berarti <i>mutatabi&#8217;<\/i> yaitu yang (datang) berturut-turut dengan tidak ada jaraknya. Menurut istilah, hadis yang diriwayatkan oleh banyak orang dalam setiap generasinya yang menurut adat tidak mungkin mereka berbuat dusta.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dari definisi tersebut maka terdapat beberapa ciri atau syarat yang bisa disematkan pada hadis mutawatir yaitu; Diriwayatkan banyak orang, diterima banyak orang, tidak mungkin perawi yang banyak itu bersepakat untuk berdusta. Dan hadis itu didapat melalui panca indra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/05\/apakah-musyrik-itu.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apakah Musyrik itu ?<\/a><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jika dilihat berdasarkan fungsi dari ilmu hadis yaitu untuk memberikan keyakinan atas berita yang disampaikan periwayat, maka kedudukan hadis <i>mutawatir<\/i> telah tercapai dengan baik. Bahwa yang terkandung di dalamnya adalah benar-benar dari Rasulullah Muhammad.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Hadis Ahad<\/b>, Secara sederhana yang disebut hadis ahad adalah yang tidak <i>mutawatir<\/i>. Kata ahad (Arab) yang berarti satu, maka pengertian hadis ahad adalah yang disampaikan oleh satu periwayat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dalam beberapa literatur, pengertian hadis ahad adalah yang tidak memenuhi syarat-syarat hadis <i>mutawatir,<\/i> atau yang jumlah periwayatnya terbatas dan tidak banyak sebagaimana hadis <i>mutawatir.<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/photo_2023-04-12_17-55-49.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" alt=\"Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis\" border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/photo_2023-04-12_17-55-49-300x300.jpg\" title=\"Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hadis Berdasarkan Kualitas<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Hadis Sahih<\/b> merupakan hadis yang disandarkan kepada Nabi Muhammad. Sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan <i>dhabit<\/i>. Sampai akhir sanad tidak ada kejanggalan dan tidak berikat. Hadis sahih terbagi menjadi dua yaitu,<i> sahih lizathihi<\/i> dan <i>lighairi.<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Hadis Hasan<\/b> merupakan hadis yang dinukilkan oleh orang yang adil, tapi kurang kuat ingatannya yang muttasil sanadnya, tidak cacat dan tidak ganjil. Hadis hasan ini juga terbagi menjadi dua yaitu: Hadis sahih<i> lizathihi<\/i> dan <i>sahih li-ghairih<\/i>i.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Hadis Dhaif<\/b> adalah hadis yang didalamnya tidak terdapat syarat-syarat hadis sahih dan hadis hasan. Atau dapat juga diartikan hadis yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadis sahih atau hadis hasan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dari penjelasan di atas tentang hadis menurut literatur yang ada, maka sangat sulit mengetahui kesahihan sebuah hadis karena begitu rumitnya kompleksitas dan sumber yang ada.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dimana ketetapan tentang sebuah peribadatan kita sandarkan kepada perkataan manusia yang dituturkan secara berurutan dari mulut ke mulut. Bahkan hadis sahih yang katanya sanadnya tersambung kepada Rasulullah apakah ada jaminan kepastian? Karena ibadah kepada Allah dibutuhkan keamanan tingkat tinggi dan harus valid.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/05\/sejak-kapan-anda-beriman.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sejak Kapan Anda Beriman ?<\/a><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Apakah Ketika seseorang menulis hadis tidak ada kemungkinan konflik kepentingan, atau kondisi psikologis yang mempengaruhi perkataan tersebut dan tidak terjadi deviasi? Siapa yang menjamin? Lagi-lagi kita hanya bersandar kepada seorang manusia yang tidak luput dari salah dan khilaf.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hadis Menurut Al-Qur\u2019an<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Secara bahasa Hadis adalah berita atau kabar;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(Al-Buruj Ayat 17)<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><i>hal ataaka<b> hadiisul<\/b>-junuud<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<blockquote><p>&#8220;Sudahkah sampai kepadamu <b>berita<\/b> tentang bala tentara (penentang),&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(Al-Ghasyiyah Ayat 1)<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><i>hal ataaka <b>hadiisul<\/b>-ghoosyiyah<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<blockquote><p>&#8220;Sudahkah sampai kepadamu <b>berita<\/b> tentang (hari Kiamat)?&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(Az-Zalzalah 99: Ayat 4)<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><i>yauma-izing <b>tuhaddisu<\/b> akhbaarohaa<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<blockquote><p>&#8220;Pada hari itu bumi <b>menyampaikan<\/b> beritanya,&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kutipan ayat di atas memperlihatkan bahwa Al-Qur\u2019an beberapa kali menyebut kata hadis. Dan sebagaimana kita ketahui dalam literatur, hadis adalah semua perkataan maupun perbuatan yang disandarkan kepada Rasulullah Muhammad. Baik beliau setujui, dibiarkan, maupun yang dilarang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>&#8220;dan (ini) sesungguhnya Al-Qur&#8217;an yang sangat mulia, &#8220;dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuz). &#8220;Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. &#8220;Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.&#8221;Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Quran)?&#8221;. (Al-Waqi&#8217;ah 56: Ayat 77-81)<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>&#8220;Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan terjadinya. Siapakah yang lebih benar perkataan(Nya) daripada Allah?&#8221;(An Nisa 4: ayat 87)<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>&#8220;Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Quran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.&#8221; (Az-Zumar 39: Ayat 23)<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Berarti Al-Qur&#8217;an itu adalah hadis (perkataan Allah) yang paling mulia dan selainnya hanyalah hadis (perkataan) yang belum pasti kebenarannya. Kalau hadis yang paling baik adalah Al-Qur&#8217;an maka mengapa manusia masih mencari hadis (perkataan) selainnya?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>&#8220;Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan ayat-ayat-Nya.&#8221; (Al-Jasiyah 45: Ayat 6)<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<blockquote>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Maka, pada perkataan manakah sesudahnya (Al-Qur\u2019an) mereka akan beriman? (Al-Mursalat 77: Ayat 50)<\/div>\n<\/blockquote>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<blockquote>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur&#8217;an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.&#8221; (Yusuf 12: Ayat 111)<\/div>\n<\/blockquote>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bahkan ayat berikut ini dengan jelas melarang menggunakan hadis yang tidak berguna.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>wa minan-naasi may yasytarii <b>lahwal-hadiisi<\/b> liyudhilla &#8216;ang sabiilillaahi bighoiri &#8216;ilmiw wa yattakhizahaa huzuwaa, ulaaa`ika lahum &#8216;azaabum muhiin.<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>&#8220;Dan di antara manusia (ada) yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.&#8221; (Luqman 31: Ayat 6)<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Al-Qur&#8217;an Sebagai Kebenaran Sejati<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Secara logis semestinya sudah cukup jelas pentingnya kita kembali kepada Al-Qur&#8217;an yang tidak ada keraguan didalamnya sebagai referensi yang valid yang dijamin keshahihannya. Adapun kitab selain Alquran kita jadikan sebagai alat menambah wawasan dan keilmuan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>Kitab (Al-Qur\u2019an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, (Al-Baqarah 2: Ayat 2)<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<blockquote>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka, janganlah sekali-kali engkau (Nabi Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu. (Al-Baqarah 2: Ayat 147)<\/div>\n<\/blockquote>\n<p><\/p>\n<p><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/06\/islam-bukan-agama.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Islam Bukan Agama ?&nbsp;<\/a><\/b><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<blockquote>\n<div style=\"text-align: justify;\">Inilah (Al-Qur\u2019an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, petunjuk, dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (Ali-Imran 3: Ayat 138)<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<\/blockquote>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Quran) kepada hambaNya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan. (Al-Kahfi 18: Ayat 1)<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ayat berikut mempertegas kekhawatiran Rasulullah Muhammad sepeninggalnya. Sehingga sangat banyak hadis Rasulullah yang melarang menulis selain Al-Qur\u2019an.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>Rasul (Nabi Muhammad) berkata, \u201cWahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur\u2019an ini (sebagai) sesuatu yang diabaikan.\u201d (Al-Furqan 25: Ayat 30)<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bahwa sesungguhnya sebaik-baik perkataan (hadis) adalah Al-Qur&#8217;an. Sementara hadis menurut kebanyakan orang hari ini, berasal dari perkataan Rasulullah dan menjadi sumber hukum, namun anehnya beberapa justru bertentangan dengan hukum Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tulisan ini hanya berusaha menunjukkan bukti dan data yang bersumber dari Al-Qur&#8217;an. Dalam upaya menjadikan Al-Qur&#8217;an sebagai petunjuk jalan kebenaran Tuhan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">semesta alam<\/a>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Penulis: Amran<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Editor: Bayu<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Referensi:<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Al-Qur\u2019an<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Studi Ilmu Hadis (Alfiah, Fitriadi, Suja\u2019I. 2016)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teodisi.com : Secara harfiah hadis berarti berbicara, perkataan, percakapan atau kejadian yang diceritakan. Dalam terminologi Islam istilah hadis berarti melaporkan, mencatat sebuah pernyataan dan tingkah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":148,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36,9],"tags":[],"class_list":["post-504","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-esai","category-keimanan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Teodisi.com : Secara harfiah hadis berarti berbicara, perkataan, percakapan atau kejadian yang diceritakan. Dalam terminologi Islam istilah hadis berarti melaporkan, mencatat sebuah pernyataan dan tingkah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-09T07:38:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-03-30T15:23:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/photo_2023-04-12_17-55-49.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Teodisi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Teodisi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/\"},\"author\":{\"name\":\"Teodisi\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\"},\"headline\":\"Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis\",\"datePublished\":\"2023-04-09T07:38:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-30T15:23:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/\"},\"wordCount\":1031,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/photo_2023-04-12_17-55-49.jpg\",\"articleSection\":[\"Esai\",\"Keimanan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/\",\"name\":\"Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/photo_2023-04-12_17-55-49.jpg\",\"datePublished\":\"2023-04-09T07:38:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-30T15:23:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/photo_2023-04-12_17-55-49.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/photo_2023-04-12_17-55-49.jpg\",\"width\":1024,\"height\":1024},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/teodisi.space\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"name\":\"Teodisi\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\",\"name\":\"Teodisi.space\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"width\":1080,\"height\":1080,\"caption\":\"Teodisi.space\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\",\"name\":\"Teodisi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Teodisi\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/teodisi.space\"],\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis -","og_description":"Teodisi.com : Secara harfiah hadis berarti berbicara, perkataan, percakapan atau kejadian yang diceritakan. Dalam terminologi Islam istilah hadis berarti melaporkan, mencatat sebuah pernyataan dan tingkah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/","article_published_time":"2023-04-09T07:38:00+00:00","article_modified_time":"2024-03-30T15:23:17+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":1024,"url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/photo_2023-04-12_17-55-49.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Teodisi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Teodisi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/"},"author":{"name":"Teodisi","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f"},"headline":"Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis","datePublished":"2023-04-09T07:38:00+00:00","dateModified":"2024-03-30T15:23:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/"},"wordCount":1031,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/photo_2023-04-12_17-55-49.jpg","articleSection":["Esai","Keimanan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/","name":"Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/photo_2023-04-12_17-55-49.jpg","datePublished":"2023-04-09T07:38:00+00:00","dateModified":"2024-03-30T15:23:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#primaryimage","url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/photo_2023-04-12_17-55-49.jpg","contentUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/photo_2023-04-12_17-55-49.jpg","width":1024,"height":1024},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2023\/04\/09\/al-quran-sebagai-ahsanul-hadis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/teodisi.space\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Al-Qur\u2019an Sebagai Ahsanul Hadis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website","url":"https:\/\/teodisi.space\/","name":"Teodisi","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization","name":"Teodisi.space","url":"https:\/\/teodisi.space\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","contentUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","width":1080,"height":1080,"caption":"Teodisi.space"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f","name":"Teodisi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Teodisi"},"sameAs":["https:\/\/teodisi.space"],"url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/504","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=504"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/504\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":661,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/504\/revisions\/661"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=504"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}