{"id":553,"date":"2021-08-04T02:17:00","date_gmt":"2021-08-04T02:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/"},"modified":"2021-08-04T02:17:00","modified_gmt":"2021-08-04T02:17:00","slug":"antara-islam-dan-khilafah-bagian-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/","title":{"rendered":"Antara Islam dan Khilafah Bagian 3"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/\">Teodisi.com<\/a> : Dalam perkembangannya, khalifah<br \/>\ndipilih oleh satu lembaga syara yang mewakili ummat (ahlu al-hall wal aqd).<br \/>\nSistem pemilihan khalifah dalam Islam dapat mengalami perubahan sesuai<br \/>\nperkembangan zaman selama tidak menyalahi garis-garis iman dan ketaatan pada hukum<br \/>\nAllah dan sunnah para Rasul-Nya. Pintu ijtihad dalam sistem pemerintahan tetap<br \/>\nterbuka dan sistem syura adalah sistem dasar yang menjadi prinsip dasar dalam<br \/>\npemerintahan Khilafah dan pemilihan Khalifah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEirZ8psvmEexSXxrQOAfj2b4VlP5Dcs0PaMIpjnrjIrmfvFSGb61I3RfTvf_NOMY6Y9MK03k1xahywsZDSr4UvLrQowImo8HpV0GBYHv0xejcnNRycfp3AzLCwMAsC2SEdWSzRKD9jpYOA\/s1350\/4.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" alt=\"Antara Islam dan Khilafah Bagian 3\" border=\"0\" data-original-height=\"650\" data-original-width=\"1350\" height=\"309\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEirZ8psvmEexSXxrQOAfj2b4VlP5Dcs0PaMIpjnrjIrmfvFSGb61I3RfTvf_NOMY6Y9MK03k1xahywsZDSr4UvLrQowImo8HpV0GBYHv0xejcnNRycfp3AzLCwMAsC2SEdWSzRKD9jpYOA\/w640-h309\/4.png\" title=\"Antara Islam dan Khilafah Bagian 3\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun yang berhak dipilih<br \/>\nsebagai khalifah haruslah dari internal orang-orang beriman yang telah teruji<br \/>\nloyalitas dan integritasnya. Banyak perintah dalam Al-Quran untuk tidak memilih<br \/>\nnon-mu&#8217;min sebagai pemimpin. Di antara ayat Al-Quran yang mengisyaratkan<br \/>\npemimpin itu harus dari kalangan orang-orang beriman adalah surat An-Nisa (4)<br \/>\nayat 59 dan 144 berikut ini:<o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p><b>Hai orang-orang yang beriman,<br \/>\ntaatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu (orang-orang<br \/>\nberiman). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah<br \/>\nia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnah), jika kamu benar-benar beriman<br \/>\nkepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan<br \/>\nlebih baik akibatnya.<\/b><\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Hai orang-orang yang beriman,<br \/>\njanganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan<br \/>\nmeninggalkan orang-orang mu&#8217;min. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata<br \/>\nbagi Allah (untuk menyiksamu)? <\/b><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu bagaimana dengan tuduhan<br \/>\nnepotisme dalam sistem susksesi kekhalifahan? Tidak ada aturan dalam Al-Quran<br \/>\ndan sunnah Rasul yang melarang mengangkat anak atau saudara kandung sebagai<br \/>\nKhalifah. Bahkan Al-Quran mengisyaratkan adanya dukungan terhadap generasi<br \/>\nbiologis selama memiliki akidah yang benar dan kecakapan sebagai pemimpin.<br \/>\nIsyarat tersebut dapat dibaca dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 124 berikut ini: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p><b>Dan (ingatlah), ketika Ibrahim<br \/>\ndiuji Rabbnya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Jbrahim \u2014<br \/>\nmenunaikannya, Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam<br \/>\nbagi seluruh manusia&#8221;, Ibrahim berkata: &#8220;(Dan saya mohon juga) dari<br \/>\nketurunanku&#8221;, Allah berfirman: &#8220;Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang<br \/>\nyang zalim&#8221;. <\/b><\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahwa betul keimanan (aqidah)<br \/>\nmenjadi syarat utama bagi calon Khalifah, namun memilih seorang Khalifah dari<br \/>\ngaris keturunan biologis bukanlah hal yang dilarang. Jika dalam praktiknya,<br \/>\nbanyak Khalifah Umayyah dan Abbasiyah yang memilih anak dan saudara<br \/>\nlaki-lakinya sebagai Khalifah, maka hal itu sangatlah wajar dan terbukti hal<br \/>\nitu dapat berjalan secara aman dan berkesinambungan selama beberapa abad. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2021\/06\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-1.html\">Antara Islam Dan Khilafah Bagian 1<\/a><\/b><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p><br \/><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, masa jabatan dari<br \/>\nseorang kepala negara (presiden dan perdana menteri) dalam sistem pemerintahan<br \/>\nnegara-negara bangsa adalah terbatas, sedangkan dalam sistem Khilafah masa<br \/>\njabatan seorang Khalifah tidak dibatasi. Selama seorang Khalifah sehat jasmani<br \/>\ndan tidak menyalahi sumpahnya, maka dia wajib ditaati oleh seluruh ummatnya. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>c. Rakyat atau Penduduk. <o:p><\/o:p><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sistem negara bangsa, warga<br \/>\nnegara memiliki kewajiban dan hak yang sama, baik dalam hal ekonomi, sosial,<br \/>\nbudaya, dan politik, sedangkan hal agama adalah urusan pribadi bukan urusan<br \/>\nnegara. Secara politik, semua warga berhak untuk memilih dan dipilih menjadi<br \/>\npemimpin. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan dalam sistem Khilafah,<br \/>\nwarga masyarakat memiliki kewajiban dan hak yang berbeda sesuai dengan golongan<br \/>\nkewargaannya, orang-orang mu&#8217;min, orang-orang muslim, dan orang-orang kafir<br \/>\ndzimmi. Secara politik, hanya orang-orang beriman yang berhak dipilih menjadi<br \/>\npemimpin (ulil amri). Jika orang-orang beriman dan muslim dikenakan kewajiban<br \/>\nzakat, maka orang-orang kafir dikenakan kewajiban pajak. Dalam hal hukum,<br \/>\nsemuanya memiliki hak yang sama khususnya dalam masalah pidana. Adapun dalam<br \/>\nmasalah keyakinan, mereka diberi kebebasan untuk memilih keyakinannya, namun<br \/>\nKhilafah tetap ikut mengatur dan mengawasi masalah keagamaan.<o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>d. Wilayah. <o:p><\/o:p><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sistem negara bangsa,<br \/>\nsetiap negara atau kerajaan bangsa memiliki batas-batas wilayah tertentu yang<br \/>\nmenjadi wilayah kekuasaannya dan diakui oleh negara-negara lainnya, baik batas<br \/>\nwilayah darat ataupun laut. Suatu negara tidak boleh melakukan agresi atau<br \/>\nekspansi dalam rangka memperluas wilayah negara atau kerajaannya. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2021\/07\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-2.html\">Antara Islam Dan Khilafah Bagian 2<\/a><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan dalam sistem Khilafah,<br \/>\nbatas wilayah itu bersifat dinamis, trans-nasional, dan dapat berkembang sesuai<br \/>\nhasil perjuangan para mujahid di garda terdepan. Karena dalam sistem Khilafah,<br \/>\nyang ada hanyalah wilayah kekuasaan mu&#8217;min-muslim (Darul Islam) dan wilayah<br \/>\nkekuasaan kafir-musyrik (Darul Kufr). Karena misi Khilafah itu bersifat<br \/>\nuniversal, maka dia tidak dibatasi oleh bangsa, suku, ras, agama, atau bahasa.<br \/>\nSelama bangsa tersebut ingin bergabung dan mengakui kedaulatan Khilafah, maka<br \/>\nia berhak menjadi warga Khilafah dan berlaku hubungan timbal balik (kewajiban<br \/>\ndan hak) di antara penguasa dan mereka sebagai warga. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Proses Penegakan Khilafah <o:p><\/o:p><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses pembentukan satu negara<br \/>\nbangsa memiliki proses yang bervariasi, misalnya, lewat proklamasi kemerdekaan<br \/>\ndari penjajah, proses referendum, penaklukan atau pendudukan satu wilayah, dan<br \/>\nyang lainnya. Selain itu, umumnya suatu negara dibentuk oleh adanya kesamaan<br \/>\nnasib dan SARA, yang dipelopori oleh sekelompok tokoh tertentu. Sehingga dapat<br \/>\ndikatakan bahwa berdirinya suatu negara bangsa (nasionalis musyrik) murni untuk<br \/>\nkepentingan manusia.<o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan Khilafah yang<br \/>\nselalu diawali dengars perjuangan dakwah dan jihad, yang dipimpin oleh seorang<br \/>\nRasul Allah. Semua peradaban Khilafah Allah yang pernah ada di muka bumi ini<br \/>\nadalah hasil gerakan profetik, yakni gerakan misi risalah Allah yang dipimpin<br \/>\noleh seorang Rasul. Diutusnya seorang Rasul ke tengah masyarakat merupakan awal<br \/>\ndari kebangkitan peradaban Islam atau Khilafah Allah, sehingga kehadiran<br \/>\nseorang Rasul Allah dalam proses penegakan khilafah adalah suatu keharusan,<br \/>\nsekaligus sudah menjadi Tradisi Allah (Sunnatullah) yang terus berulang dan<br \/>\nbersifat pasti. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b><a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/05\/apakah-musyrik-itu.html\">Baca Juga : Apakah Musyrik itu ?<\/a><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika hari ini ada banyak gerakan<br \/>\npenegakan Khilafah di dunia, namun tidak dipimpin oleh seorang Rasul Allah,<br \/>\nmaka gerakan perjuangan tersebut bukanlah gerakan yang dikehendaki dan diridai<br \/>\noleh-Nya, dan karenanya akan berakhir dengan kegagalan, kekalahan, dan<br \/>\nkekecewaan. Dalam sejarah peradaban dunia, tidak pernah ada gerakan khilafah<br \/>\nyang dipimpin oleh seorang Rasul Allah mengalami kegagalan. Semua perjuangan<br \/>\npara Rasul Allah dan orang-orang beriman mendapat jaminan pertolongan dan<br \/>\nkemenangan dari-Nya. Perhatikan garansi Allah tersebut dalam beberapa ayat<br \/>\nAl-Quran di bawah ini: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Quran 8 surat Yunus (10) ayat<br \/>\n103: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p><b>Kemudian Kami selamatkan<br \/>\nrasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban<br \/>\natas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. <\/b><\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Quran surat Ar-Rum (30) ayat<br \/>\n47: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p><b>Dan Sesungguhnya Kami telah<br \/>\nmengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang<br \/>\nkepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami<br \/>\nmelakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu<br \/>\nberkewajiban menolong orang-orang yang beriman. <\/b><\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Quran surat Muhammad (47) ayat<br \/>\n7: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p><b>Hai orang-orang mu&#8217;min, jika kamu<br \/>\nmenolong (din) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. <\/b><\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Quran surat Al-Mujadilah (58)<br \/>\nayat 21: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Allah telah menetapkan: &#8220;Aku<br \/>\ndan rasul-rasul-Ku pasti menang&#8221;. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha<br \/>\nPerkasa. <o:p><\/o:p><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p><b>&nbsp;<\/b><\/o:p><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Sahabatku&#8230; <o:p><\/o:p><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai orang yang beriman kepada<br \/>\nfirman-Nya, sudah seharusnya berpikir dan merenung, kenapa semua perjuangan<br \/>\nyang mengatas-namakan Islam, Allah dan RasulNya di dunia saat ini, selalu<br \/>\nberakhir dengan kekalahan dan kegagalan, serta menjadikan mereka sebagai<br \/>\nteroris? Jika mereka betul-betul beriman dan berjuang untuk kepentingan Allah,<br \/>\npasti Dia akan menolong dan memenangkan mereka.<o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu hal yang tidak disadari oleh<br \/>\npara \u201cmujahid\u201d tersebut adalah bagaimana sunnah para Rasulullah dalam<br \/>\nmenegakkan Khilafah-Nya di muka bumi. Mereka selalu berjuang sesuai keinginan<br \/>\ndan pemikiran (ghann) mereka sendiri, tidak mau melihat sunnah Rasulullah<br \/>\nMuhammad. Mereka berjuang dengan emosional kebangsaan dan selalu tergesa-gesa<br \/>\ningin merebut kekuasaan negara-negara kafirmusyrik. Mereka lupa bahwa kekuasaan<br \/>\nitu adalah hak prerogatif Allah, bukan semata karena hasil kegigihan di medan<br \/>\nperang. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/05\/sejak-kapan-anda-beriman.html\">Sejak Kapan Anda Beiman ?<\/a><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana caranya agar proses<br \/>\nperjuangan penegakan khilafah diridai oleh-Nya? Tidak ada cara lain kecuali<br \/>\nkembali kepada jalan-Nya, yakni jalan perjuangan yang ditempuh oleh para Nabi<br \/>\ndan Rasul Allah beserta orang-orang beriman di zamannya atau sering disebut<br \/>\ndengan istilah mengikuti <i>Sunnah Rasul.<\/i> Hakikat <b>Sunnah Rasul<\/b><br \/>\nsendiri adalah cara dan jalan Rasul dalam menerapkan firman-firman Allah dalam<br \/>\nperjuangan dakwah dan jihad di jalan-Nya dari kondisi Makkiyah (gelap,<br \/>\nzhulummat) hingga kondisi Madaniyah (terang, nur), yakni memperoleh kemenangan<br \/>\n(Fajar Islam) dan tegaknya Din al-Islam dalam suatu wilayah kekuasaan<br \/>\n(khilafah). <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Quran dan sejarah mencatat,<br \/>\nada tiga tahapan utama yang ditempuh oleh para Rasul Allah dalam menegakkan<br \/>\nKhilafah-Nya, yakni tahap Iman, tahap Hijrah, dan tahap Jihad. Tahap Iman<br \/>\nadalah tahapan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad dalam membina<br \/>\nkader-kader pelopor dari orang-orang beriman yang siap membawa risalah Allah<br \/>\ndengan segala risikonya. Tahapan dakwah ini diawali secara selektif kepada<br \/>\nkalangan tertentu, khususnya keluarga dekat, hingga pada akhirnya mereka<br \/>\nberdakwah secara terang-terangan mewartakan dan mengajak bangsanya kembali<br \/>\nkepada sistem Allah yang fitrah. Ketika jumlah orang-orang beriman semakin<br \/>\nbanyak dan mereka mendapat penolakan dan tekanan sosial politik dari penguasa<br \/>\ndan masyarakat kafir-musyrik, maka jalan damai yang mereka tempuh adalah hijrah<br \/>\n(eksodus) ke daerah yang siap menerima, mendukung, dan menjamin misi<br \/>\nrisalah-Nya. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga :<a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/06\/islam-bukan-agama.html\"> Islam Bukan Agama<\/a><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika orang-orang beriman (kaum<br \/>\nMuhajir) tiba di daerah Yatsrib yang kondusif untuk berdakwah, maka dibantu<br \/>\noleh kaum Anshar, mereka diizinkan oleh Allah untuk berjihad (berperang)<br \/>\nmengangkat senjata dalam rangka membela dan melindungi orang-orang mu&#8217;min yang<br \/>\ndiperangi dan dizalimi. Atas izin dan pertolongan Allah, orang-orang Muhajir<br \/>\ndan Anshar selalu mendapat kemenangan hingga akhirnya mampu menaklukan<br \/>\nkekuasaan kafir-musyrik (tahap kemenangan), hingga akhirnya Rasulullah<br \/>\n\u201cMuhammad memproklamirkan kemenangan dan kemerdekaan orang-orang beriman serta<br \/>\ntegaknya Din al-Islam (negara-khilafah), yang dalam sunnah Rasulullah Muhammad<br \/>\ndisebut dengan tahap Khilafah, Madinah Munawwarah. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, Rasulullah<br \/>\nMuhammad dan orang-orang beriman melalui enam tahap perjuangan dalam proses penegakan<br \/>\nKhilafah, yakni 1) Tahap dakwah secara selektif: 2) Tahap dakwah secara<br \/>\nterbuka, 3) Tahap hijrah (eksodus). Ketiga tahapan ini terjadi pada kondisi<br \/>\nMakkiyah, tiga tahap di masa kelegapan (seperti proses penciptaan manusia di<br \/>\ndalam kandungan ibu): 4) Tahap Jihad (perang): 5) Tahap penaklukan<br \/>\n(kemenangan), dan 6) Tahap Khilafah (tegaknya Din alIslam di Yatsrib sebagai<br \/>\nMadinah, Tempat pusat berlakunya Din Allah). Keenam tahapan ini harus dilakukan<br \/>\nsecara berurutan dan penuh kesabaran. Siapa pun mereka yang saat ini berjuang<br \/>\nmenegakkan Khilafah dengan tidak mengikuti sannah Rasul-Nya, maka pasti akan<br \/>\nmengalami kegagalan dan kekalahan, bahkan semakin menambah penderitaan ummat<br \/>\nmanusia dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Teodisi\">kerusakan alam sekitar<\/a>.<o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Sahabatku&#8230; <o:p><\/o:p><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kiranya renungan singkat ini<br \/>\nsemakin menambah keyakinan akan kemenangan dan tegaknya Khilafah (Din al-Islam)<br \/>\nsuatu saat nanti. Karena peradaban kekuasaan batil (nasionalis musyrik) dan<br \/>\nkekuasaan haq (khilafah) adalah sesuatu yang dipergilirkan dan terus berulang,<br \/>\nseperti pergiliran malam dan siang. Yang perlu diingat, bahwa orang-orang<br \/>\nberiman diberi kemampuan melihat tanda-tanda datangnya \u201cfajar\u201d. Kapan masa itu<br \/>\ndatang? Tidak seorang pun yang tahu, namun tanda-tanda tersebut sudah semakin<br \/>\nterlihat. Tetaplah bersabar menanti terbitnya Sang Fajar. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/09\/apakah-anda-seorang-muslim.html\">Apakah Anda Seorang Muslim?<\/a><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kekuasaan merupakan<br \/>\nhak prerogatif Allah, sehingga baik kekuasaan kafir-musyrik maupun kekuasaan<br \/>\nmu&#8217;min-muslim adalah atas kehendak dan izin Dia. Untuk itu, jangan pernah ada<br \/>\nniat atau aksi dari sahabat untuk melakukan teror atau makar kepada penguasa<br \/>\nbangsa-bangsa, karena itu berarti Anda pun melakukan makar terhadap kehendak<br \/>\ndan ketetapan Allah. DIA mempersilakan kita untuk beristirahat (tidur) di malam<br \/>\nhari dan segera bangun beraktivitas menjelang terbitnya fajar. Semoga kita termasuk<br \/>\norang-orang yang diizinkan melihat terbitnya Fajar Islam di Nusantara ini.<br \/>\nAmin!<span style=\"text-align: left;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teodisi.com : Dalam perkembangannya, khalifah dipilih oleh satu lembaga syara yang mewakili ummat (ahlu al-hall wal aqd). Sistem pemilihan khalifah dalam Islam dapat mengalami perubahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-553","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-keislaman"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Antara Islam dan Khilafah Bagian 3 -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Antara Islam dan Khilafah Bagian 3 -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Teodisi.com : Dalam perkembangannya, khalifah dipilih oleh satu lembaga syara yang mewakili ummat (ahlu al-hall wal aqd). Sistem pemilihan khalifah dalam Islam dapat mengalami perubahan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-04T02:17:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEirZ8psvmEexSXxrQOAfj2b4VlP5Dcs0PaMIpjnrjIrmfvFSGb61I3RfTvf_NOMY6Y9MK03k1xahywsZDSr4UvLrQowImo8HpV0GBYHv0xejcnNRycfp3AzLCwMAsC2SEdWSzRKD9jpYOA\/w640-h309\/4.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Teodisi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Teodisi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/\"},\"author\":{\"name\":\"Teodisi\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\"},\"headline\":\"Antara Islam dan Khilafah Bagian 3\",\"datePublished\":\"2021-08-04T02:17:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-04T02:17:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/\"},\"wordCount\":1711,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEirZ8psvmEexSXxrQOAfj2b4VlP5Dcs0PaMIpjnrjIrmfvFSGb61I3RfTvf_NOMY6Y9MK03k1xahywsZDSr4UvLrQowImo8HpV0GBYHv0xejcnNRycfp3AzLCwMAsC2SEdWSzRKD9jpYOA\/w640-h309\/4.png\",\"articleSection\":[\"Keislaman\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/\",\"name\":\"Antara Islam dan Khilafah Bagian 3 -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEirZ8psvmEexSXxrQOAfj2b4VlP5Dcs0PaMIpjnrjIrmfvFSGb61I3RfTvf_NOMY6Y9MK03k1xahywsZDSr4UvLrQowImo8HpV0GBYHv0xejcnNRycfp3AzLCwMAsC2SEdWSzRKD9jpYOA\/w640-h309\/4.png\",\"datePublished\":\"2021-08-04T02:17:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-04T02:17:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEirZ8psvmEexSXxrQOAfj2b4VlP5Dcs0PaMIpjnrjIrmfvFSGb61I3RfTvf_NOMY6Y9MK03k1xahywsZDSr4UvLrQowImo8HpV0GBYHv0xejcnNRycfp3AzLCwMAsC2SEdWSzRKD9jpYOA\/w640-h309\/4.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEirZ8psvmEexSXxrQOAfj2b4VlP5Dcs0PaMIpjnrjIrmfvFSGb61I3RfTvf_NOMY6Y9MK03k1xahywsZDSr4UvLrQowImo8HpV0GBYHv0xejcnNRycfp3AzLCwMAsC2SEdWSzRKD9jpYOA\/w640-h309\/4.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/teodisi.space\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Antara Islam dan Khilafah Bagian 3\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"name\":\"Teodisi\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\",\"name\":\"Teodisi.space\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"width\":1080,\"height\":1080,\"caption\":\"Teodisi.space\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\",\"name\":\"Teodisi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Teodisi\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/teodisi.space\"],\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Antara Islam dan Khilafah Bagian 3 -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Antara Islam dan Khilafah Bagian 3 -","og_description":"Teodisi.com : Dalam perkembangannya, khalifah dipilih oleh satu lembaga syara yang mewakili ummat (ahlu al-hall wal aqd). Sistem pemilihan khalifah dalam Islam dapat mengalami perubahan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/","article_published_time":"2021-08-04T02:17:00+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEirZ8psvmEexSXxrQOAfj2b4VlP5Dcs0PaMIpjnrjIrmfvFSGb61I3RfTvf_NOMY6Y9MK03k1xahywsZDSr4UvLrQowImo8HpV0GBYHv0xejcnNRycfp3AzLCwMAsC2SEdWSzRKD9jpYOA\/w640-h309\/4.png"}],"author":"Teodisi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Teodisi","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/"},"author":{"name":"Teodisi","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f"},"headline":"Antara Islam dan Khilafah Bagian 3","datePublished":"2021-08-04T02:17:00+00:00","dateModified":"2021-08-04T02:17:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/"},"wordCount":1711,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEirZ8psvmEexSXxrQOAfj2b4VlP5Dcs0PaMIpjnrjIrmfvFSGb61I3RfTvf_NOMY6Y9MK03k1xahywsZDSr4UvLrQowImo8HpV0GBYHv0xejcnNRycfp3AzLCwMAsC2SEdWSzRKD9jpYOA\/w640-h309\/4.png","articleSection":["Keislaman"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/","name":"Antara Islam dan Khilafah Bagian 3 -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEirZ8psvmEexSXxrQOAfj2b4VlP5Dcs0PaMIpjnrjIrmfvFSGb61I3RfTvf_NOMY6Y9MK03k1xahywsZDSr4UvLrQowImo8HpV0GBYHv0xejcnNRycfp3AzLCwMAsC2SEdWSzRKD9jpYOA\/w640-h309\/4.png","datePublished":"2021-08-04T02:17:00+00:00","dateModified":"2021-08-04T02:17:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#primaryimage","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEirZ8psvmEexSXxrQOAfj2b4VlP5Dcs0PaMIpjnrjIrmfvFSGb61I3RfTvf_NOMY6Y9MK03k1xahywsZDSr4UvLrQowImo8HpV0GBYHv0xejcnNRycfp3AzLCwMAsC2SEdWSzRKD9jpYOA\/w640-h309\/4.png","contentUrl":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEirZ8psvmEexSXxrQOAfj2b4VlP5Dcs0PaMIpjnrjIrmfvFSGb61I3RfTvf_NOMY6Y9MK03k1xahywsZDSr4UvLrQowImo8HpV0GBYHv0xejcnNRycfp3AzLCwMAsC2SEdWSzRKD9jpYOA\/w640-h309\/4.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/08\/04\/antara-islam-dan-khilafah-bagian-3\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/teodisi.space\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Antara Islam dan Khilafah Bagian 3"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website","url":"https:\/\/teodisi.space\/","name":"Teodisi","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization","name":"Teodisi.space","url":"https:\/\/teodisi.space\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","contentUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","width":1080,"height":1080,"caption":"Teodisi.space"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f","name":"Teodisi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Teodisi"},"sameAs":["https:\/\/teodisi.space"],"url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/553","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=553"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/553\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=553"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=553"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=553"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}