{"id":554,"date":"2021-07-29T03:47:00","date_gmt":"2021-07-29T03:47:00","guid":{"rendered":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/"},"modified":"2021-07-29T03:47:00","modified_gmt":"2021-07-29T03:47:00","slug":"apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/","title":{"rendered":"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI?"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: center;\"><b style=\"text-align: justify;\">APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI?<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><b style=\"text-align: justify;\"><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><i><b><br \/><\/b><\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><i><b>Ketika seseorang telah mampu melepaskan semua ke-aku-an dirinya dan menafikan semua ilah-ilah lain selain Allah dalam hidupnya, kemudian memasrahkan dirinya untuk siap diatur oleh kehendak dan rencana Sang Pencipta dirinya, maka dia akan menemukan makna hakiki dari hidup ini dan jati dirinya sehagai HAMBA yang MUSLIM<\/b><\/i><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<blockquote><p><b>Dan Aku tidak menciptakan jin dan<br \/>\nmanusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat (51): 56)<br \/>\n<\/b><\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Sahabatku &#8230; <\/b><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seringkali kita mendengar banyak<br \/>\norang yang galau secara spiritual, sehingga berdampak pada aktivitas<br \/>\nkehidupannya. \u201cSaya sedang mencari jati diri\u201d, demikian kalimat yang sering<br \/>\nkita dengar. Anehnya, pernyataan tersebut seringkali membuat kita atau para<br \/>\norangtua memaklumi perilaku yang menyimpang dari anak-anaknya. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFKwmQlQSSh4pFgglTAYxHe6c9x2_nS-6Ngprrn9HrxjZwkj8noaBa4NGp5nmvSJkQC3nlijyoSMYEru-KLQbChosB_sysylMJyNdQkMcDqJDnNi_FaK2h0YvWDjs6uLEyQGeHlwyEzGc\/s1350\/STUDIO.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" alt=\"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI?\" border=\"0\" data-original-height=\"650\" data-original-width=\"1350\" height=\"309\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFKwmQlQSSh4pFgglTAYxHe6c9x2_nS-6Ngprrn9HrxjZwkj8noaBa4NGp5nmvSJkQC3nlijyoSMYEru-KLQbChosB_sysylMJyNdQkMcDqJDnNi_FaK2h0YvWDjs6uLEyQGeHlwyEzGc\/w640-h309\/STUDIO.png\" title=\"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI?\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi mereka yang sudah cukup<br \/>\ndewasa dan mapan secara intelektual, juga selalu bertanya, \u201cSiapa aku? Kenapa<br \/>\naku dilahirkan? Dan untuk apa aku dilahirkan?\u201d Namun demikian, lingkungan di<br \/>\nmana kita hidup selalu menjadi faktor utama yang mempengaruhi cara kita<br \/>\nberpikir dan bersikap, tidak terkecuali cara kita berpikir dan bersikap secara<br \/>\nspiritual. Banyak orang masih bingung untuk menemukan \u201c<b>Kebenaran Sejati<\/b>\u201d itu<br \/>\nseperti apa. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/05\/sejak-kapan-anda-beriman.html\">Sejak Kapan Anda Beriman ?<\/a><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemana saya harus mencari<br \/>\nkebenaran sejati itu? Siapa sejatinya diri saya? Dan seterusnya, Jika yang Anda<br \/>\ncari itu adalah kebenaran spiritual yang hakiki dan ingin mengetahui jati diri<br \/>\nAnda yang sejati, maka seharusnya Anda tidak perlu galau dan bingung. Tidak<br \/>\nperlu mencari kemana-mana bahkan harus melakukan ritual atau tarikat khusus,<br \/>\nhanya untuk mendapatkan petunjuk kebenaran sejati atau mencari jati diri. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita tidak perlu memikirkan<br \/>\nhal-hal yang \u201caneh\u201d untuk menjawabnya. Cukup menjawab pertanyaan, \u201cSiapa aku<br \/>\nini?\u201d Aku adalah manusia. Kenapa aku ada? Tentu saja karena ada yang mencipta<br \/>\naku. \u201cSiapa yang mencipta aku?\u201d Tentu saja Allah, Sang Pencipta alam semesta.<br \/>\nUntuk apa Allah mencipta aku (manusia)? <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada banyak jawaban dari<br \/>\npertanyaan terakhir ini. Tergantung siapa dan apa yang ada dalam kesadaran qalbunya.<br \/>\nNamun demikian, jika kita ingin berpikir secara jernih dan fitrawi, maka<br \/>\njawaban dari pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab dengan benar oleh Sang<br \/>\nPencipta manusia itu sendiri. Dengan kata lain, jika jawabannya berasal dari<br \/>\npribadi masing-masing manusia, maka yang muncul adalah jawaban subyektif, bukan<br \/>\nkebenaran sejati. Akibatnya, masing-masing merasa dirinya benar dan paling<br \/>\nbenar, sehingga orang lain tidaklah benar. Kenapa Anda tidak mencari tahu atau<br \/>\nbertanya kepada Allah, Sang Pencipta ummat manusia? Pasti Anda akan menemukan<br \/>\njawaban yang benar. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari kita renungi dan cari<br \/>\njawabannya! Mungkinkah kita sebagai manusia bertanya langsung kepada-Nya Yang<br \/>\nGaib? Betul, kita tidak dapat berdialog secara fisik dengan Dia seperti kita<br \/>\nberdialog dengan sesama manusia. Bahkan jika Dia berbicara kepada kita secara<br \/>\nfisik, kita tidak akan mampu atau kita malah kabur terbirit-birit jika<br \/>\nmendengar suara gaib-Nya. Lalu, bagaimana caranya berdialog atau bertanya<br \/>\nkepada Allah?<o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/05\/apakah-musyrik-itu.html\">Apakah Musyrik itu ?<\/a><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Harus disadari, bahwa Allah itu<br \/>\nMaha Hidup Yang Menghidupkan. Dia tidak pernah berhenti mencipta dan tidak<br \/>\npernah lalai dari tugas dan tanggung jawab-Nya sebagai Pencipta, Pengatur dan<br \/>\nPendidik alam semesta. Allah tidak pernah berhenti untuk berfirman.<br \/>\nSesungguhnya, setiap saat Dia berkata-kata kepada manusia, baik langsung maupun<br \/>\ntidak langsung, secara fisik maupun secara spiritual. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alam semesta ini adalah maha<br \/>\nkarya dari Allah yang sekaligus menjadi \u201cKitab Besar\u201d dari-Nya untuk ummat<br \/>\nmanusia. Dia mencipta alam semesta di atas prinsip kebenaran, sehingga manusia<br \/>\ntidak akan menemukan sedikit pun cacat atau kebatilan dalam ciptaan-Nya. Tidak<br \/>\nada satu pun ciptaan Dia yang batil di alam ini. Alam semesta adalah wujud dari<br \/>\nKebenaran Allah, sehingga ketika manusia ingin merenungi dan mengkaji makhluk<br \/>\nyang ada di alam ini, niscaya dia akan menemukan kebenaran. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alam adalah ilmu Allah yang<br \/>\nmateriil, sehingga ilmu Allah atau kebenaran itu ada pada alam. Alam adalah ayat-ayat<br \/>\nAllah atau firman Allah yang harus \u201cdibaca dan dikaji\u201d oleh manusia untuk dapat<br \/>\nmengenal Allah dan menemukan kebenaran. Alam harus dapat dijadikan sebagai alat<br \/>\nukur dari kebenaran. Jika Anda memiliki kesadaran atau keyakinan yang<br \/>\nbertentangan dengan (kebenaran) alam, maka pemahaman dan keyakinan Anda itu<br \/>\nbatil (salah). Jadi, bagi orang-orang yang beriman dan senantiasa berpikir akan<br \/>\nciptaan Allah, maka bagi mereka Allah senantiasa berkata-kata (berdialog) atau<br \/>\nberfirman dengannya melalui alam. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga :<a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/06\/islam-bukan-agama.html\"> Islam Bukan Agama ?<\/a><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain berbicara (berfirman)<br \/>\nkepada manusia melalui alam, Allah juga senantiasa berkomunikasi melalui wahyu<br \/>\nyang disampaikan melalui Utusan (Rasul)-Nya. Dialah manusia pilihan Allah yang<br \/>\nbertugas sebagai \u201cBibir Tuhan\u201d atau \u201cJuru Bicara\u201d Dia di muka bumi dalam<br \/>\nmenyampaikan dan menjelaskan segala kehendak, rencana, dan perintah-Nya bagi<br \/>\nummat manusia. Firman-firman Allah yang disampaikan melalui Rasul-Nya tersebut<br \/>\nselanjutnya ditulis dan dibukukan dalam satu \u201cKitab Suci\u201d, seperti Kitab Al-Qur\u2019an.<br \/>\nDengan demikian, Al-Qur\u2019an adalah kumpulan firman (wahyu) atau kalam Allah yang<br \/>\ndisampaikan oleh Rasulullah Muhammad kepada ummat manusia. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Qur\u2019an adalah Kitab Petunjuk<br \/>\nuntuk mengetahui segala kehendak, rencana, dan perintah Allah untuk manusia di<br \/>\nmuka bumi. Al-Qur\u2019an adalah petunjuk jalan kebenaran bagi manusia untuk dapat<br \/>\nmengenal dengan benar dan pasti siapa Allah, Sang Pencipta dirinya. Al-Qur\u2019an<br \/>\njuga sebagai Kitab petunjuk bagaimana caranya membangun suatu tatanan kehidupan<br \/>\nmasyarakat bangsa manusia menjadi kehidupan surgawi, yakni suatu tatanan<br \/>\nkehidupan dunia yang setimbang, harmonis, teratur, dan penuh dengan kedamaian<br \/>\nserta saling menyejahterakan seperti halnya kehidupan surgawi yang ada di alam<br \/>\nsemesta. Membumikan Kerajaan Allah (kehidupan surgawi) yang ada pada alam semesta<br \/>\nke dalam kehidupan sosial ummat manusia adalah misi setiap Rasul Allah dan<br \/>\norang-orang beriman. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari penjelasan dan renungan<br \/>\nsingkat di atas, kiranya sahabat sudah dapat menemukan titik terang dalam<br \/>\nmencari jawaban dari pertanyaan sederhana sebelumnya, \u201cBagaimana cara bertanya<br \/>\nkepada Allah, Sang Pencipta manusia?\u201d Harapannya, Anda akan menemukan sebuah<br \/>\nkebenaran atau jawaban dari pertanyaan dasar akan dir! Anda, \u201cKenapa aku<br \/>\ndiciptakan?\u201d atau \u201cKenapa Allah mencipta aku?\u201d atau \u201cApa tujuan dari penciptaan<br \/>\nmanusia? <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/09\/apakah-anda-seorang-muslim.html\">Apakah Anda Seorang Muslim ?<\/a><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memperoleh kebenaran<br \/>\nsejati, maka Anda harus kembali kepada sumber dari segala sumber kebenaran<br \/>\nyakni Allah Yang Maha Benar. Wujud dari Kebenaran Allah, ada pada alam dan pada<br \/>\nfirman (wahyu)-Nya Yang tertulis dalam Kitab Suci (Al-Qur\u2019an). Untuk itu,<br \/>\njawaban dari pertanyaan tersebut dapat dicari pada alam dan pada Kitab Al-Qur\u2019an, Adakah jawaban Allah dalam Al-Qur\u2019an<br \/>\ntentang pertanyaan tersebut, \u201cKenapa Allah mencipta manusia?\u201d Ada. Jawabannya<br \/>\nterdapat dalam surat Adz-Dzariyat (51) ayat 56 yang berbunyi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>Dan Aku tidak menciptakan jin dan<br \/>\nmanusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku <\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayat ini dengan tegas menjawab,<br \/>\nbahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk mengabdi kepada Allah, menjadi<br \/>\nabdi Allah, Sang Pencipta dirinya. Setiap dakwah para pembawa risalah Allah<br \/>\nselalu mengajak ummat manusia untuk kembali kepada fitrah dirinya yang sejati,<br \/>\nyakni menjadi \u201chamba\u201d dari Allah, Sang Tuan Semesta Alam, RAJA sejati ummat<br \/>\nmanusia. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai seorang makhluk (hamba),<br \/>\nmaka sudah sejatinya manusia mengabdi atau menghambakan dirinya (tunduk dan<br \/>\npatuh) hanya kepada Sang Pencipta dirinya, bukan mengabdi kepada tuan-tuan atau<br \/>\nraja-raja dunia selain DIA. Dengan kata lain, setiap manusia (hamba) harus<br \/>\nmampu meninggalkan segala bentuk pengabdian atau penghambaan (bukan<br \/>\npenyembahan) kepada tuan-tuan atau raja-raja dunia lainnya selain Allah, Sang<br \/>\nTuan alam semesta, Raja sejati ummat manusia. Inilah sistem pengabdian yang<br \/>\nhagg dan fitrah bagi manusia. Inilah esensi dari tujuan penciptaan manusia. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika manusia gagal memahami<br \/>\neksistensi dirinya sebagai hamba Allah dan menjadi hamba dari tuan-tuan selain<br \/>\nDia, maka dia menjadi manusia yang merugi. Pada dasarnya manusia itu akan<br \/>\nberada dalam kerugian hingga dia menjadi hamba yang sejati, yakni menjadi<br \/>\nmanusia yan beriman dan melaksanakan segala perintah-Nya. Hamba sejati hanya<br \/>\nmengabdi kepada satu Ilah, yaitu Allah, Gambaran dari manusia yang terbebas<br \/>\ndari kerugian dapat dilihat dalam surat Al-&#8216;Ashr (103) ayat 1-3 berikut ini: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>&#8216;Demi masa. &#8216;Sesungguhnya manusia<br \/>\nitu benar-benar dalam kerugian, &#8220;kecuali orang-orang yang beriman dan<br \/>\nmengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan<br \/>\nnasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. <\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhatikan pula peringatan Allah<br \/>\ndalam surat At-Tin (95) ayat 4-6: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSesungguhnya Kami telah<br \/>\nmenciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. \u201cKemudian Kami kembalikan<br \/>\ndia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), \u201ckecuali orang-orang yang<br \/>\nberiman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka ganjaran yang tiada<br \/>\nputus-putusnya. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun demikian, dalam kehidupan<br \/>\nmanusia yang sekuler ini, kata \u201cmengabdi\u201d sering diganti dengan kata<br \/>\n\u201cmenyembah\u201d, sehingga terjadi penyimpangan makna dan tata ritval, yang sering<br \/>\ndisebut dengan istilah \u201cibadah\u201d. Kata \u201cibadah\u201d berasal dari kata bahasa Arab,<br \/>\nyakni kata abada-ya&#8217;budu-&#8216;ibadah, yang berarti mengabdi, menghambakan diri,<br \/>\nmerendahkan diri, dan tunduk. Jadi ibadah adalah wujud pengabdian seseorang<br \/>\nkepada Allah menurut tata aturan tertentu. Yang pasti, tujuan penciptaan<br \/>\nmanusia adalah agar mereka senantiasa mengabdi, menghambakan diri, tunduk patuh<br \/>\nhanya kepada sistem hukum Allah, bukan sebatas menyembah-Nya. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/10\/prasangka-itu-pintu-dosa.html\">Prasangka Itu Pintu Dosa<\/a><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Faktanya, manusia masih menjadi<br \/>\nhamba dari hawa nafsunya. Hanya lantaran ingin memenuhi keinginan dan kebutuhan<br \/>\nhawa nafsunya, manusia bersedia menjadi budak hawa nafsunya. Bahkan manusia<br \/>\nbersedia diperbudak oleh manusia-manusia lainnya yang lebih kuat, lebih pintar,<br \/>\nlebih kaya, atau yang lebih berkuasa demi memenuhi kebutuhan nafsunya. Inilah<br \/>\nperbudakan modern yang terjadi hari ini. Manusia beriman adalah manusia sejati<br \/>\nyang merdeka dari segala bentuk perbudakan, mengabdi hanya kepada Sang Pencipta<br \/>\ndirinya. Janganlah menjadi orang-orang yang musyrik, dimana Allah hanya<br \/>\ndisembah dan dipuja-puji, namun Anda taatnya kepada aturan dan kekuasaan<br \/>\nmanusia lainnya. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pemahaman kaum agamis, kata<br \/>\n\u201cibadah\u201d seringkali diartikan dengan penyembahan dan diartikan sembahyang<br \/>\n(sembah Sang Hyang), yang identik dengan tata ritual dan sesembahan tertentu<br \/>\ndari seseorang kepada yang disembahnya. Penyimpangan arti kata \u201cibadah\u201d, dari<br \/>\n\u201cpengabdian, penghambaan diri&#8221; kepada &#8220;penyembahan&#8221; ini<br \/>\nberakibat pada penyimpangan akidah dan ibadah manusia kepada Allah. Kaum agamis<br \/>\nakhirnya terjebak pada kegiatan ibadah ritual semata dan sudah merasa cukup<br \/>\ndengan ibadah ritual tersebut, bahkan sudah merasa dirinya sebagai manusia<br \/>\npaling suci dan paling benar. Tidak terkecuali dalam terjemah Al-Qur\u2019an yang<br \/>\nmenggunakan kata \u201cmenyembah\u201d, bukan \u201cmengabdi\u201d. Bukankah Allah meminta manusia untuk menghambakan<br \/>\ndiri atau mengabdi (tanduk patuh) kepada-Nya, bukan untuk menyembah-Nya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhatikan beberapa ayat Al-Qur\u2019an<br \/>\ndi bawah ini: Al-Qur\u2019an surat Adz-Dzariyat (5 1) ayat 56: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>Dan Aku tidak menciptakan jin dan<br \/>\nmanusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. <\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Qur\u2019an surat Al-Fatihah (1)<br \/>\nayat 5: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>Hanya kepada-Mu lah kami<br \/>\nmengabdi, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. <\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Qur\u2019an surat Al-Bayyinah (98)<br \/>\nayat 5: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>Padahal mereka tidak disuruh<br \/>\nkecuali supaya mengabdi kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya<br \/>\ndalam (menjalankan) din yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan<br \/>\nmenunaikan zakat dan yang demikian itulah din yang lurus. <\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Qur\u2019an surat AlBagarah (2)<br \/>\nayat 138: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>Shibghah Allah. Dan siapakah yang<br \/>\nlebih baik shibghahnya dari pada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami mengabdi.\n<\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Qur\u2019an surat Mu&#8217;miniin (23)<br \/>\nayat 47: <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>Dan mereka berkata: &#8220;Apakah<br \/>\n(patup kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaummereka<br \/>\n(Bani Israel) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita? <\/p><\/blockquote>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Sahabatku&#8230; <\/b><o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan, pengaburan dan<br \/>\npenyimpangan makna \u201cmengabdi\u201d menjadi \u201cmenyembah\u201d telah menjebak kesadaran religius<br \/>\nmanusia kepada satu keyakinan, bahwa Allah YME cukup disembah dengan tata<br \/>\nritual tertentu tanpa perlu menjalankan kehendak dan perintah-Nya dalam<br \/>\nkehidupan sehari-hari. \u201cBetul, Allah itu Maha Kuasa, tetapi Dia hanya berkuasa<br \/>\ndi alam raya, tidak pada alam manusia. Pada alam manusia, kita harus mengabdi<br \/>\nkepada apa yang telah menjadi kesepakatan bersama, baik kepada ideologi atau<br \/>\npemimpin\/raja manusia di bumi\u201d. Tentu saja pemahaman seperti ini telah jauh<br \/>\nmenyimpang dari apa yang dikehendaki oleh Allah dan dari apa yang telah<br \/>\ndiajarkan oleh para Rasul-Nya. Inilah akibat bagi mereka yang tidak mengenal<br \/>\nAllah. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengabdi kepada Allah tentu saja<br \/>\nbukan sebatas mengerjakan tata ritual (ibadah ritus) semata, tetapi esensi<br \/>\nibadah adalah kesanggupan seorang mu&#8217;min untuk berkorban harta dan dirinya<br \/>\ndalam mewujudkan apa yang menjadi kehendak dan rencana Allah pada kehidupan<br \/>\nmanusia. Lalu bagaimana cara ibadah yang benar itu? Beribadah seperti yang<br \/>\ntelah dicontohkan oleh para Nabi dan Rasul Allah. Jika Anda beriman kepada Nabi<br \/>\nMusa, beribadahlah seperti yang dicontohkan olehnya. Jika Anda mengimani Nabi<br \/>\nIsa (Yesus Kristus), maka beribadahlah seperti yang diajarkan dan dicontohkan<br \/>\noleh Nabi Isa. Dan jika Anda mengimani Nabi Muhammad, maka contohlah ibadah<br \/>\nyang dilakukan oleh beliau sejak periode makkiyah hingga madaniyah, dari<br \/>\nkondisi gelap hingga terbitnya fajar kemenangan Din al-Islam.<o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar manusia dapat beribadah,<br \/>\ntunduk patuh secara benar kepada-Nya, maka Dia mengajarkan wahyu-Nya kepada<br \/>\nmanusia yang berisi sistem hukum universal sebagai pedoman dalam hidup dan<br \/>\nkehidupannya melalui perantaraan seorang manusia utusan (Rasul)-Nya. Saat seseorang<br \/>\nsudah menyadari fitrah dirinya sebagai hamba, maka dia tidak akan memiliki<br \/>\ntuan-tuan selain Allah dan juga tidak akan menjadikan dirinya sebagai<br \/>\n&#8220;tuan&#8221; atas dirinya dan manusia lainnya. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesadaran dasar tersebut yang<br \/>\nakan mengembalikan seseorang kepada posisinya yang sejati, yakni hamba dari<br \/>\nSang Tuan ummat manusia. Kesadaran yang memerdekakan seseorang dari perbudakan<br \/>\ntuan-tuan duniawi, sehingga dapat beribadah secara merdeka. Kebersihan diri<br \/>\ndari kesadaran dan ideologi musyrik yang najis adalah syarat utama diterimanya<br \/>\nibadah seseorang kepada-Nya. Maka tidak ada pilihan dan sikap lain bagi seorang<br \/>\nmanusia, kecuali kembali kepada jati dirinya sebagai hamba, sepert apa yang<br \/>\ndiinginkan oleh Sang Pencipta dirinya. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2021\/03\/membaca-ayat-ayat-makkiyah-dan.html\">Membaca Ayat-Ayat Makkiyah dan Madaniyah<\/a><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesimpulannya, jati diri aku<br \/>\nsebagai manusia adalah hamba bukan tuan. Aku adalah makhluk, aku adalah hamba<br \/>\nAllah. Untuk itu, aku hanya pantas diperhamba (diperbudak) oleh Dia, TUAN<br \/>\nsejati ummat manusia. Aku <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">tidak boleh diperhamba atau<br \/>\ndiperbudak oleh apa pun dan oleh siapa pun ternasuk oleh nafsu diriku sendiri.<br \/>\nAku ingin dan harus menjadi hamba sejati, yakni manusia yang senantiasa<br \/>\nmengabdi (tunduk patuh) hanya kepada kehendak dan perintah <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Teodisi\">Sang Pencipta<\/a> agar<br \/>\naku dapat menjadi manusia berkat bagi semesta alam. <o:p><\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kiranya renungan dan kritik<br \/>\nspiritual di atas dapat menggugah kesadaran pikir dan spiritual Anda, serta<br \/>\ntidak lagi dipusingkan dalam mencari kebenaran sejati, mencari jati diri, atau<br \/>\nmencari DIA sebagai sumber dari segala sumber kebenaran sejati.<\/p>\n<p><o:p><\/o:p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI? Ketika seseorang telah mampu melepaskan semua ke-aku-an dirinya dan menafikan semua ilah-ilah lain selain Allah dalam hidupnya, kemudian memasrahkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-554","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-keislaman"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI? -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI? -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI? Ketika seseorang telah mampu melepaskan semua ke-aku-an dirinya dan menafikan semua ilah-ilah lain selain Allah dalam hidupnya, kemudian memasrahkan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-29T03:47:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFKwmQlQSSh4pFgglTAYxHe6c9x2_nS-6Ngprrn9HrxjZwkj8noaBa4NGp5nmvSJkQC3nlijyoSMYEru-KLQbChosB_sysylMJyNdQkMcDqJDnNi_FaK2h0YvWDjs6uLEyQGeHlwyEzGc\/w640-h309\/STUDIO.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Teodisi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Teodisi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/\"},\"author\":{\"name\":\"Teodisi\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\"},\"headline\":\"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI?\",\"datePublished\":\"2021-07-29T03:47:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-29T03:47:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/\"},\"wordCount\":2193,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFKwmQlQSSh4pFgglTAYxHe6c9x2_nS-6Ngprrn9HrxjZwkj8noaBa4NGp5nmvSJkQC3nlijyoSMYEru-KLQbChosB_sysylMJyNdQkMcDqJDnNi_FaK2h0YvWDjs6uLEyQGeHlwyEzGc\/w640-h309\/STUDIO.png\",\"articleSection\":[\"Keislaman\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/\",\"name\":\"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI? -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFKwmQlQSSh4pFgglTAYxHe6c9x2_nS-6Ngprrn9HrxjZwkj8noaBa4NGp5nmvSJkQC3nlijyoSMYEru-KLQbChosB_sysylMJyNdQkMcDqJDnNi_FaK2h0YvWDjs6uLEyQGeHlwyEzGc\/w640-h309\/STUDIO.png\",\"datePublished\":\"2021-07-29T03:47:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-29T03:47:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFKwmQlQSSh4pFgglTAYxHe6c9x2_nS-6Ngprrn9HrxjZwkj8noaBa4NGp5nmvSJkQC3nlijyoSMYEru-KLQbChosB_sysylMJyNdQkMcDqJDnNi_FaK2h0YvWDjs6uLEyQGeHlwyEzGc\/w640-h309\/STUDIO.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFKwmQlQSSh4pFgglTAYxHe6c9x2_nS-6Ngprrn9HrxjZwkj8noaBa4NGp5nmvSJkQC3nlijyoSMYEru-KLQbChosB_sysylMJyNdQkMcDqJDnNi_FaK2h0YvWDjs6uLEyQGeHlwyEzGc\/w640-h309\/STUDIO.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/teodisi.space\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"name\":\"Teodisi\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\",\"name\":\"Teodisi.space\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"width\":1080,\"height\":1080,\"caption\":\"Teodisi.space\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\",\"name\":\"Teodisi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Teodisi\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/teodisi.space\"],\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI? -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI? -","og_description":"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI? Ketika seseorang telah mampu melepaskan semua ke-aku-an dirinya dan menafikan semua ilah-ilah lain selain Allah dalam hidupnya, kemudian memasrahkan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/","article_published_time":"2021-07-29T03:47:00+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFKwmQlQSSh4pFgglTAYxHe6c9x2_nS-6Ngprrn9HrxjZwkj8noaBa4NGp5nmvSJkQC3nlijyoSMYEru-KLQbChosB_sysylMJyNdQkMcDqJDnNi_FaK2h0YvWDjs6uLEyQGeHlwyEzGc\/w640-h309\/STUDIO.png"}],"author":"Teodisi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Teodisi","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/"},"author":{"name":"Teodisi","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f"},"headline":"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI?","datePublished":"2021-07-29T03:47:00+00:00","dateModified":"2021-07-29T03:47:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/"},"wordCount":2193,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFKwmQlQSSh4pFgglTAYxHe6c9x2_nS-6Ngprrn9HrxjZwkj8noaBa4NGp5nmvSJkQC3nlijyoSMYEru-KLQbChosB_sysylMJyNdQkMcDqJDnNi_FaK2h0YvWDjs6uLEyQGeHlwyEzGc\/w640-h309\/STUDIO.png","articleSection":["Keislaman"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/","name":"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI? -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFKwmQlQSSh4pFgglTAYxHe6c9x2_nS-6Ngprrn9HrxjZwkj8noaBa4NGp5nmvSJkQC3nlijyoSMYEru-KLQbChosB_sysylMJyNdQkMcDqJDnNi_FaK2h0YvWDjs6uLEyQGeHlwyEzGc\/w640-h309\/STUDIO.png","datePublished":"2021-07-29T03:47:00+00:00","dateModified":"2021-07-29T03:47:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#primaryimage","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFKwmQlQSSh4pFgglTAYxHe6c9x2_nS-6Ngprrn9HrxjZwkj8noaBa4NGp5nmvSJkQC3nlijyoSMYEru-KLQbChosB_sysylMJyNdQkMcDqJDnNi_FaK2h0YvWDjs6uLEyQGeHlwyEzGc\/w640-h309\/STUDIO.png","contentUrl":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFKwmQlQSSh4pFgglTAYxHe6c9x2_nS-6Ngprrn9HrxjZwkj8noaBa4NGp5nmvSJkQC3nlijyoSMYEru-KLQbChosB_sysylMJyNdQkMcDqJDnNi_FaK2h0YvWDjs6uLEyQGeHlwyEzGc\/w640-h309\/STUDIO.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/07\/29\/apakah-anda-hamba-allah-yang-sejati\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/teodisi.space\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"APAKAH ANDA HAMBA ALLAH YANG SEJATI?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website","url":"https:\/\/teodisi.space\/","name":"Teodisi","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization","name":"Teodisi.space","url":"https:\/\/teodisi.space\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","contentUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","width":1080,"height":1080,"caption":"Teodisi.space"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f","name":"Teodisi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Teodisi"},"sameAs":["https:\/\/teodisi.space"],"url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/554","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=554"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/554\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=554"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=554"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=554"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}