{"id":566,"date":"2021-03-10T15:53:00","date_gmt":"2021-03-10T15:53:00","guid":{"rendered":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/"},"modified":"2021-03-10T15:53:00","modified_gmt":"2021-03-10T15:53:00","slug":"allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/","title":{"rendered":"Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian akhir)"},"content":{"rendered":"<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiXysNILLZc1vzPCtab-WDrlFM0_3Lp-199VaoScVjdbXrJsCawFzFrlwG_RUDujwhpd0ifQYWhRsJJx7dncKeFsVfSPUQsvRQBZoUpCpipcdyWsTAskQ4bBMkHfDLarPry-jk0acl1jEY\/s626\/culture-card-occasion-text-traditional_1302-4840.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"626\" data-original-width=\"626\" height=\"400\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiXysNILLZc1vzPCtab-WDrlFM0_3Lp-199VaoScVjdbXrJsCawFzFrlwG_RUDujwhpd0ifQYWhRsJJx7dncKeFsVfSPUQsvRQBZoUpCpipcdyWsTAskQ4bBMkHfDLarPry-jk0acl1jEY\/w400-h400\/culture-card-occasion-text-traditional_1302-4840.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i>Sumber Gambar: freepik.com<\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Firman Allah yang ada dalam hati kesadaran orang percaya itu sifatnya berubah menjadi ruh, dan ruh itu keberadaannya dalam hati manusia tidak abadi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jika&#8221;orang yang percaya&#8221; itu mencintai allah lain selain Allah, ruh yang adalah firman itu dapat hilang dari kesadarannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Wahyu Allah bukan saja dapat turun ke bumi, tapi juga dapat naik kembali ke langit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Dan sesungguhnya, jika Kami menghendaki niscaya Kami&nbsp;<\/i><i>leyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan dengan&nbsp;<\/i><i>pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang&nbsp;<\/i><i>pembelapun terbadap Kami. <\/i><b>(QS. Al-Isra (17): 86)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Kecuali karena anugerah dari Tuhanmu, sesungguhnya<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>karunia-Nya kepadamu itu amatlah besar.<\/i> <b>(QS. Al-Isra (17: 87)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2021\/01\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-1.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian 1)<\/a><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Semua rasul semula hidup di &#8220;dunia orang mati&#8221;, kemudian &#8220;dihidupkan&#8221; oleh Allah dengan mengajarkan firman, yaitu Ruhul Qudus.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ruhul Qudus itu menjadi &#8220;ilmu&#8221; atau penerang di dalam kesadaran hati para rasul itu. Dengan nur atau ilmu itulah para rasul membimbing umatnya berjalan di tengah masyarakat manusia;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.<\/i> <b>(QS. Al-An\u2019am (6): 122)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya dalam kitab Yohanes, Yesus melanjutkan wejangannya;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Aku tidak akan meningalkan kamu sebagai yatim piatu, aku&nbsp;<\/i><i>datang kembali kepadamu<\/i>. <b>(Yoh; 14: 18)<\/b>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i><br \/><\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Semua itu kukatakan kepadamu selagi aku berada bersama-sama dengan kamu, tetapi penghibur, yaitu Ruh Kudus yang akan diutus oleh Bapa dalam namaku, dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan akan semua yang telah kukatakan kepadamu.<\/i> <b>(Yoh. 14: 25-26)<\/b>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hendaklah diingat secara cermat cara bicara Yesus agar tidak terjadi <i>israf<\/i>; tidak terjadi <i>overlap<\/i> pengertian yang bisa terjebak dalam kemusyrikan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2021\/01\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-2.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian 2)<\/a><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Titik kritisnya ada pada istilah &#8220;aku&#8221;. Yesus menyebut dirinya &#8220;aku&#8221; dalam makna transendensi, yaitu orang yang kerasukan Roh Kudus, yaitu firman yang hidup di dalam dirinya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dalam dimensi transendensi, semua Rasul Allah adalah syahid atau &#8220;identitas&#8221; Allah di muka bumi. Oleh sebab itu, mengkafiri Rasul identik dengan mengkafiri Allah, dan sebaliknya, menaati Rasul identik dengan menaati Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Allah tidak dapat dipisahkan dengan Rasul, dan Rasul juga tidak dapat dibedakan dengan Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Siapa yang mengenal Rasul berarti orang itu sudah mengenal Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Allah tidak dapat dipisahkan dengan Rasul-Nya, artinya; orang harus yakin bahwa perintah Rasul atau apa yang keluar dari mulut Rasul itu adalah perintah dan perkataan Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mengingkari perintah Rasul sama dengan mengingkari Allah. Dengan kata lain, Allah dan Rasul-Nya sudah menjadi kesatuan yang tidak dapat dipisahkan;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: &#8220;Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)&#8221;, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.<\/i> <b>(An-Nisa (4):150-152)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/12\/respon-al-quran-terhadap-tabiat-ahli.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Respons Al-Qur&#8217;an Terhadap Tabiat Ahli Kitab<\/a><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Perlu disadari bahwa kita tidak sedang membahas masalah &#8220;esensi&#8221; atau zat Allah, tetapi yang kita sedang bahas adalah masalah &#8220;eksistensi&#8221; atau &#8220;ayat&#8221; Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kita mengenal bahwa Allah itu Esa adalah dengan adanya alam semesta sebagai suatu unitas yang esa (satu kesatuan sistem).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Firman Allah adalah &#8220;ayat&#8221; Allah. Rasul-rasul juga &#8220;ayat&#8221; Allah, semuanya adalah ayat-ayat Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tak ada satu pun di alam semesta ini yang bukan ayat Allah. Tidak ada sumber gerak dalam kehidupan ini selain Allah!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dari sini kita diperkenalkan pada &#8220;tiga dimensi&#8221; Allah, yaitu <i>pertama<\/i>, Allah <i>Azza wa Jalla<\/i>, Allah yang menjadi raja dalam Kerajaan-Nya yaitu langit dan bumi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Kedua,<\/i>&nbsp;&#8220;Ruhul Qudus&#8221; yaitu Firman Allah, dan yang ketiga adalah &#8220;Rasul Allah&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">yang merupakan syahid-Nya di muka bumi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ketiga &#8220;Dimensi Allah&#8221; ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/12\/al-quran-dan-ruhul-qudus.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Al-Qur&#8217;an dan Ruhul Qudus<\/a><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Yesus maupun Nabi Muhammad bukan Allah, tetapi &#8220;perkataan dan perintahnya&#8221; adalah perkataan dan perintah Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ulama Farisi dan Saduki serta Abu Jahal bukan orang yang tidak percaya kepada Allah tetapi yang mereka tidak percayai adalah &#8220;perkataan Rasul sebagai perkataan Allah&#8221;.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Orang yang mengatakan Allah adalah &#8220;salah satu dari yang tiga&#8221; termasuk kategori orang yang kafir. Yang benar adalah ketiga-tiganya adalah Allah; Allah adalah Allah, Firman adalah perkataan Allah dan Rasul adalah Utusan Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Allah disebut &#8220;Esa&#8221; atau Ahad bukan dalam arti &#8220;bilangan&#8221; bahwa Allah itu &#8220;satu&#8221;.&nbsp;&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Satu dalam bahasa Arab adalah wahid.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ahad bermakna unitas yaitu &#8220;kesatuan&#8221;. Apapun yang ada pada semesta alam ini merupakan suatu kesatuan wujud dari &#8220;Kekuasaan Allah&#8221;.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Itulah makna dari &#8220;tauhid&#8221;, Allah itu Esa, Dia bukan salah satu dari yang tiga:<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam&#8221;, padahal Al Masih (sendiri) berkata: &#8220;Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu&#8221; Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun<\/i>.<b> (Al-Maidah (5): 72)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.teodisi.com\/2020\/12\/kerajaan-allah-hukum-dan-dosa.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kerajaan Allah, Hukum dan Dosa<\/a><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Allah: Rabb, Malik dan Ilah<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Di dalam kehidupan universal ini, manusia tidak layak untuk membuat hukum di luar hukum Allah yang termaktub di dalam kitab-Nya yang suci yang tidak bercampur dengan hawa nafsu manusia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hanya Allah sajalah yang berhak mengatur manusia dengan hukum-Nya yang ditegakkan oleh khalifah-Nya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Menolak hukum Allah dan menggantinya dengan hukum bikinan manusia adalah bentuk dari kemusyrikan <i>Rububiyah<\/i>.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sesungguhnya menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. <b>(QS. Al-An&#8217;am (6): 57)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kehidupan universal yang merupakan &#8220;Kerajaan Allah&#8221; ini tidak layak ada &#8220;Raja dengan Kerajaannya&#8221; karena hanya Allah-lah Raja (penguasa) atas seluruh alam.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kerajaan atau kekuasaan yang dibangun oleh manusia sebagai sarana hukum (bikinan manusia) atau suatu bangsa adalah bentuk dari kemusyrikan <i>Mulkiyah<\/i> Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Allah adalah <i>Malik Al-Nas<\/i>, Raja manusia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dalam kehidupan universal ini tidak boleh ada penyembahan, pemujaan dan pengabdian selain pengabdian kepada Allah, karena tidak ada yang layak untuk diabdi selain Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mengabdi kepada selain Allah adalah bentuk dari syirik <i>Uluhiyah<\/i>, <i>La ilaha illa Allah<\/i>; tidak ada yang diibadati kecuali Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Katakanlah (wahai rasul): &#8220;Aku berlindung kepada (Allah) Pencipta dan Pengatur manusia, Raja manusia, Tuannya manusia, dari segala bentuk keburukan yang mempengaruhi secara halus yang dibisikkan ke dalam kesadaran manusia, yang bersumber dari jin dan<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>manusia.<\/i> <b>(QS. Al-Nas(114)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah petikan dari ayat 152 surat Al-Nisa tersebut, yaitu bahwa orang yang menyatakan iman kepada Allah tidak boleh membeda-bedakan sikap dan keyakinannya kepada semua Rasul Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Semua orang yang beriman harus yakin bahwa semua Rasul Allah mengajarkan <i>Dien<\/i> (sistem ketaatan kepada Allah) yang sama, yaitu &#8220;sistem ketaatan&#8221; yang disebut &#8220;Islam&#8217;\u2019.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Semua nabi dan Rasul Allah yang disebut di dalam Al-Quran adalah<i> uswatun khasanah,<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">yaitu contoh yang sebaik-baiknya di dalam cara mengabdi kepada Allah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mereka itulah orang-orang yang mendapat nikmat Allah, yaitu &#8220;jalan kebenaran&#8221;; <i>shirat&nbsp;<\/i><i>al-mustaqim<\/i><span style=\"font-style: italic;\">, yang juga harus menjadi &#8220;jalan kehidupan&#8221; bagi orang-orang yang beriman dan menyatakan dirinya sebagai orang yang tunduk patuh (muslim) kepada Allah; Tu(h)an semesta alam.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Aqidah seperti inilah yang akan mendapat ganjaran mulia dari Tu(h)an Semesta Alam.&nbsp;<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Editor: Andi Zulfitriadi<\/b><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber Gambar: freepik.com Firman Allah yang ada dalam hati kesadaran orang percaya itu sifatnya berubah menjadi ruh, dan ruh itu keberadaannya dalam hati manusia tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-566","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-esai"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian akhir) -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian akhir) -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sumber Gambar: freepik.com Firman Allah yang ada dalam hati kesadaran orang percaya itu sifatnya berubah menjadi ruh, dan ruh itu keberadaannya dalam hati manusia tidak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-10T15:53:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiXysNILLZc1vzPCtab-WDrlFM0_3Lp-199VaoScVjdbXrJsCawFzFrlwG_RUDujwhpd0ifQYWhRsJJx7dncKeFsVfSPUQsvRQBZoUpCpipcdyWsTAskQ4bBMkHfDLarPry-jk0acl1jEY\/w400-h400\/culture-card-occasion-text-traditional_1302-4840.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Teodisi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Teodisi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/\"},\"author\":{\"name\":\"Teodisi\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\"},\"headline\":\"Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian akhir)\",\"datePublished\":\"2021-03-10T15:53:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-03-10T15:53:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/\"},\"wordCount\":1208,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiXysNILLZc1vzPCtab-WDrlFM0_3Lp-199VaoScVjdbXrJsCawFzFrlwG_RUDujwhpd0ifQYWhRsJJx7dncKeFsVfSPUQsvRQBZoUpCpipcdyWsTAskQ4bBMkHfDLarPry-jk0acl1jEY\/w400-h400\/culture-card-occasion-text-traditional_1302-4840.jpg\",\"articleSection\":[\"Esai\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/\",\"name\":\"Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian akhir) -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiXysNILLZc1vzPCtab-WDrlFM0_3Lp-199VaoScVjdbXrJsCawFzFrlwG_RUDujwhpd0ifQYWhRsJJx7dncKeFsVfSPUQsvRQBZoUpCpipcdyWsTAskQ4bBMkHfDLarPry-jk0acl1jEY\/w400-h400\/culture-card-occasion-text-traditional_1302-4840.jpg\",\"datePublished\":\"2021-03-10T15:53:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-03-10T15:53:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiXysNILLZc1vzPCtab-WDrlFM0_3Lp-199VaoScVjdbXrJsCawFzFrlwG_RUDujwhpd0ifQYWhRsJJx7dncKeFsVfSPUQsvRQBZoUpCpipcdyWsTAskQ4bBMkHfDLarPry-jk0acl1jEY\/w400-h400\/culture-card-occasion-text-traditional_1302-4840.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiXysNILLZc1vzPCtab-WDrlFM0_3Lp-199VaoScVjdbXrJsCawFzFrlwG_RUDujwhpd0ifQYWhRsJJx7dncKeFsVfSPUQsvRQBZoUpCpipcdyWsTAskQ4bBMkHfDLarPry-jk0acl1jEY\/w400-h400\/culture-card-occasion-text-traditional_1302-4840.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/teodisi.space\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian akhir)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#website\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"name\":\"Teodisi\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#organization\",\"name\":\"Teodisi.space\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg\",\"width\":1080,\"height\":1080,\"caption\":\"Teodisi.space\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f\",\"name\":\"Teodisi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Teodisi\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/teodisi.space\"],\"url\":\"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian akhir) -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian akhir) -","og_description":"Sumber Gambar: freepik.com Firman Allah yang ada dalam hati kesadaran orang percaya itu sifatnya berubah menjadi ruh, dan ruh itu keberadaannya dalam hati manusia tidak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/","article_published_time":"2021-03-10T15:53:00+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiXysNILLZc1vzPCtab-WDrlFM0_3Lp-199VaoScVjdbXrJsCawFzFrlwG_RUDujwhpd0ifQYWhRsJJx7dncKeFsVfSPUQsvRQBZoUpCpipcdyWsTAskQ4bBMkHfDLarPry-jk0acl1jEY\/w400-h400\/culture-card-occasion-text-traditional_1302-4840.jpg"}],"author":"Teodisi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Teodisi","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/"},"author":{"name":"Teodisi","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f"},"headline":"Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian akhir)","datePublished":"2021-03-10T15:53:00+00:00","dateModified":"2021-03-10T15:53:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/"},"wordCount":1208,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiXysNILLZc1vzPCtab-WDrlFM0_3Lp-199VaoScVjdbXrJsCawFzFrlwG_RUDujwhpd0ifQYWhRsJJx7dncKeFsVfSPUQsvRQBZoUpCpipcdyWsTAskQ4bBMkHfDLarPry-jk0acl1jEY\/w400-h400\/culture-card-occasion-text-traditional_1302-4840.jpg","articleSection":["Esai"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/","name":"Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian akhir) -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiXysNILLZc1vzPCtab-WDrlFM0_3Lp-199VaoScVjdbXrJsCawFzFrlwG_RUDujwhpd0ifQYWhRsJJx7dncKeFsVfSPUQsvRQBZoUpCpipcdyWsTAskQ4bBMkHfDLarPry-jk0acl1jEY\/w400-h400\/culture-card-occasion-text-traditional_1302-4840.jpg","datePublished":"2021-03-10T15:53:00+00:00","dateModified":"2021-03-10T15:53:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#primaryimage","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiXysNILLZc1vzPCtab-WDrlFM0_3Lp-199VaoScVjdbXrJsCawFzFrlwG_RUDujwhpd0ifQYWhRsJJx7dncKeFsVfSPUQsvRQBZoUpCpipcdyWsTAskQ4bBMkHfDLarPry-jk0acl1jEY\/w400-h400\/culture-card-occasion-text-traditional_1302-4840.jpg","contentUrl":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiXysNILLZc1vzPCtab-WDrlFM0_3Lp-199VaoScVjdbXrJsCawFzFrlwG_RUDujwhpd0ifQYWhRsJJx7dncKeFsVfSPUQsvRQBZoUpCpipcdyWsTAskQ4bBMkHfDLarPry-jk0acl1jEY\/w400-h400\/culture-card-occasion-text-traditional_1302-4840.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/2021\/03\/10\/allah-rasul-dan-ruh-qudus-bagian-akhir\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/teodisi.space\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Allah, Rasul dan Ruh Qudus (Bagian akhir)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#website","url":"https:\/\/teodisi.space\/","name":"Teodisi","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/teodisi.space\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#organization","name":"Teodisi.space","url":"https:\/\/teodisi.space\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","contentUrl":"https:\/\/teodisi.space\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/msg879352705-18537.jpg","width":1080,"height":1080,"caption":"Teodisi.space"},"image":{"@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/7ed0d5580da8b516feef29013e215e9f","name":"Teodisi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teodisi.space\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb5db6af8e7717729e803044c81a162326c049ff8234584ddd4d8f8c6017829f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Teodisi"},"sameAs":["https:\/\/teodisi.space"],"url":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/author\/teodisi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=566"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teodisi.space\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}